Pabrik General Motors di Amerika Serikat. Industri otomotif global sedang mengalami perubahan besar. Jika dahulu persaingan lebih banyak berkutat pada performa mesin, desain mobil, atau efisiensi bahan bakar, kini arah perkembangan mulai bergeser menuju teknologi digital, kendaraan listrik, hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Perubahan tersebut ternyata tidak hanya memengaruhi produk yang dijual ke konsumen, tetapi juga mulai berdampak terhadap kebutuhan tenaga kerja di industri otomotif. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Disadur VIVA Otomotif dari Jalopnik, Rabu 20 Mei 2026, tiga raksasa otomotif asal Amerika Serikat, yakni Ford, General Motors, dan Stellantis dilaporkan melakukan pengurangan jumlah karyawan dalam beberapa tahun terakhir.Berdasarkan berbagai laporan industri, total pengurangan tenaga kerja dari ketiga perusahaan itu mencapai lebih dari 20 ribu posisi pekerjaan kantoran dibandingkan jumlah tenaga kerja pada periode puncak dalam dekade ini.General Motors disebut menjadi perusahaan dengan pengurangan terbesar. Pabrikan tersebut dilaporkan memangkas sekitar 11 ribu posisi pekerjaan sejak 2022.Posisi yang terdampak mencakup berbagai bidang seperti administrasi kantor, teknologi informasi, keuangan, hingga pengembangan perangkat lunak.Fenomena ini terjadi seiring perubahan arah industri otomotif modern. Saat ini produsen mobil global berlomba mengembangkan kendaraan listrik, teknologi otonom, hingga mobil berbasis perangkat lunak atau software-defined vehicle.Kecerdasan buatan juga mulai menjadi bagian penting dalam pengembangan industri. Teknologi AI digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi, analisis data, pengembangan perangkat lunak, hingga layanan digital kendaraan.CEO Ford Motor Company, Jim Farley, bahkan pernah menyampaikan pandangannya bahwa perkembangan AI akan membawa perubahan besar terhadap dunia kerja di masa depan. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Di sisi lain, sejumlah perusahaan otomotif juga mulai meningkatkan perekrutan tenaga kerja dengan kemampuan baru yang berkaitan dengan teknologi digital dan kecerdasan buatan.Kondisi tersebut menunjukkan bahwa transformasi industri otomotif tidak hanya mengubah kendaraan yang digunakan masyarakat, tetapi juga mengubah keterampilan yang dibutuhkan di dalam perusahaan.