Pabrik Mobil Vinfast Vietnam. Sehari setelah grand opening, pabrik mobil listrik asal Vietnam, VinFast, di Subang, Jawa Barat, didatangi ratusan warga setempat, Selasa 16 Desember 2025. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan perekrutan tenaga kerja di pabrik tersebut. Dalam aksinya, warga menuntut VinFast memprioritaskan tenaga kerja dari lingkungan sekitar. Mereka menilai komitmen penyerapan tenaga kerja lokal belum dijalankan secara optimal sejak proses rekrutmen dimulai.Aksi warga tersebut juga ramai diperbincangkan di media sosial setelah sejumlah video beredar luas. Berbagai komentar bermunculan, mulai dari dukungan terhadap aspirasi warga hingga kekhawatiran aksi tersebut dapat berdampak pada iklim investasi. Menanggapi hal itu, CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menilai aksi protes tersebut sebagai dinamika yang wajar. “Oh, tanggapannya itu dinamika yang wajar dari masyarakat sekitar,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Selasa 23 Desember 2025.Ia menegaskan pihaknya akan terus membuka ruang dialog dengan warga setempat. “Tentu kami akan terus mendengarkan aspirasi dari warga sekitar,” kata Kariyanto. Menurutnya, kehadiran pabrik VinFast di Subang masih berada pada tahap awal. “Karena kami ini kan baru mulai. Perjalanan kita masih panjang, tentu kita harus berjalan bersama-sama,” ucapnya. Kariyanto menyebut komitmen perusahaan tidak hanya terbatas pada warga di sekitar pabrik. “Bukan hanya warga sekitar, tapi Subang, Jawa Barat, dan Indonesia pada khususnya semua,” ujarnya. Ia juga menegaskan VinFast akan tetap mengikuti standar dan ketentuan yang berlaku. “Itu pasti, tetapi standar ya standar, jadi kami akan terus juga mengikuti standar yang ada,” katanya.Kerja sama tersebut ditujukan untuk memastikan kesiapan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri. Kariyanto menyebut hal itu penting agar tidak hanya warga lokal, tetapi juga masyarakat sekitar dapat memenuhi standar yang dibutuhkan.Di media sosial, reaksi warganet terhadap aksi tersebut terbelah. Sebagian menilai tuntutan warga sebagai hal yang wajar, sementara lainnya mengingatkan pentingnya kesiapan keterampilan tenaga kerja.“Nuntut pekerjaan adalah kata-kata yang aneh,” kata salah satu warganet, dilihat VIVA Otomotif di akun Instagram fakta.indo.Komentar berbeda juga menyoroti kesiapan tenaga kerja di sektor industri. Sejumlah warganet menilai pemahaman terhadap kebutuhan industri menjadi faktor penting sebelum menuntut perekrutan.“Dikira lamar kerja modal KTP doang,” tulis warganet.