Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir membuat genangan muncul di banyak titik. Banyak pemotor yang nekat menerobos air demi mengejar waktu, padahal kebiasaan ini bisa menimbulkan masalah pada motor, mulai dari CVT yang cepat rusak hingga gangguan pada sistem kelistrikan. Menurut Purnomo, pemilik Tamaro Motor di Jakarta Barat, air yang masuk ke area CVT sering kali tidak langsung terasa efeknya. “Motor masih bisa jalan, tapi di dalamnya sudah mulai lembap atau ada air yang terperangkap. Dampaknya baru kelihatan beberapa minggu setelahnya,” katanya kepada Kompas.com, Kamis (4/12/2025). Ia menjelaskan, salah satu risiko terbesar adalah kampas ganda dan rumah roller yang mulai berkarat akibat sisa air di dalam boks CVT. Kondisi itu membuat tarikan motor terasa berat dan muncul bunyi gesekan saat digas. “Kalau sudah karat, kampasnya cepat habis. Roller juga jadi enggak muter mulus,” ujarnya. Selain itu, air yang masuk ke CVT dapat mencemari grease pada bearing. Grease yang tercampur air akan berubah menjadi seperti bubur dan kehilangan kemampuan melumasi. “Biasanya pemilik motor baru sadar saat tarikan terasa nyentak atau CVT bunyi geruduk-geruduk. Itu tanda grease sudah rusak,” jelasnya. Dari sisi kelistrikan, Purnomo menilai komponen seperti soket, kutub aki, dan sensor-sensor injeksi cukup rawan terhadap air yang menyusup saat motor menerjang genangan tinggi. Ia menyebut, gejalanya tidak selalu langsung muncul di tempat. “Kadang besoknya baru ngaco. Motor susah nyala, langsam enggak stabil, atau indikator tiba-tiba error,” tuturnya. Ilustrasi servis CVT motor matik. Untuk pencegahan, ia menyarankan pemilik motor tidak terlalu sering menerobos genangan dengan kedalaman lebih dari setengah roda. Bila terlanjur melintas, sebaiknya segera cek boks CVT dan buka sedikit saja untuk memastikan tidak ada air menetes. “Kalau ada embun atau basah, mending langsung bersihin biar enggak menimbulkan masalah,” kata Purnomo. Sementara untuk bagian kelistrikan, ia menyarankan menggunakan grease khusus atau semprotan pelindung untuk menjaga soket tetap kering. “Listrik itu sensitif. Kemasukan air sedikit saja bisa bikin motor rewel,” ujarnya. Purnomo menambahkan, kebiasaan kecil seperti rajin mengeringkan area bawah aki dan memastikan karet penutup soket masih elastis bisa memperpanjang umur komponen. “Enggak perlu nunggu rusak. Yang penting rajin dicek setelah hujan atau habis nerobos air,” ucapnya. Ia menegaskan, kerusakan akibat air biasanya bersifat progresif. Apa yang hari ini tampak sepele bisa berujung pada biaya perbaikan yang jauh lebih besar. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang