Dreame Technology, pabrikan yang selama ini dikenal sebagai pemain utama di industri peralatan rumah tangga pintar dan perangkat perawatan diri, resmi melakukan diversifikasi bisnis ke sektor otomotif. Dikutip dari Carnewschina.com, Rabu (29/4/2026), dalam gelaran peluncuran global bertajuk “Dreame Next” di Silicon Valley, California, Amerika Serikat, perusahaan asal Tiongkok tersebut memperkenalkan kendaraannya, Nebula Next 01 Jet Edition. Mobil ini mencuri perhatian berkat klaim performa yang ekstrem, yakni akselerasi 0-100 km/jam yang dapat dituntaskan hanya dalam waktu 0,9 detik. Dreame Technology berhasil membuat supercar listrik Teknologi Jet Pesawat Dreame, yang didirikan pada 2017, tampak serius ingin menantang hegemoni hypercar konvensional. Rencana untuk membangun mobil dengan performa setara Bugatti Chiron yang sempat diumumkan pada Agustus lalu, kini terwujud melalui Nebula Next 01. Fitur yang menjadi primadona adalah sistem pendorong roket padat ganda (dual solid-rocket booster). Disebutkan bahwa powertrain ini merupakan upaya adaptasi teknologi kedirgantaraan untuk penggunaan sipil. Dreame Technology berhasil membuat supercar listrik Sistem tersebut diklaim mampu menghasilkan daya dorong maksimum sebesar 100 kilonewton dengan waktu respons yang sangat cepat, yakni 150 milidetik. Meski mengusung tenaga yang masif, Dreame menjamin keamanan kendaraan tetap menjadi prioritas melalui integrasi sistem kontrol elektronik yang presisi. Baterai Solid-State Dreame Technology berhasil membuat supercar listrik Untuk mendukung performa tinggi, Nebula Next 01 dibekali teknologi baterai all-solid-state berbasis sulfida dengan kepadatan energi melebihi 450 Wh/kg. Dibandingkan baterai litium konvensional, teknologi ini menawarkan efisiensi ruang, kepadatan energi yang lebih tinggi, serta keamanan pengisian daya yang lebih baik. Dalam kondisi produksi massal nanti, mobil ini ditargetkan memiliki jangkauan tempuh lebih dari 550 km (standar CLTC). Vacuum cleaner Dreame H13 Pro dan robot vacuum Dreame X30 Ultra. Sektor handling juga mendapat perhatian serius lewat penerapan arsitektur steer-by-wire penuh. Sistem ini mendukung kontrol kooperatif non-linear dengan 14 derajat kebebasan dan waktu respons di bawah 1 milidetik. Secara fungsional, teknologi ini memungkinkan kendaraan melakukan manuver kompleks, mulai dari parkir lateral, putaran pivot, hingga menjaga stabilitas saat terjadi kondisi darurat seperti ban pecah. Integrasi Kecerdasan Buatan Dalam hal pengemudian cerdas, Nebula Next 01 mengandalkan arsitektur tiga sistem berbasis model besar VLA (Vision-Language-Action). Sistem ini mengintegrasikan kemampuan pemahaman lingkungan, evolusi mandiri, dan pengemudian kolaboratif manusia-mesin. Pengujian diklaim telah dilakukan dalam berbagai kondisi ekstrem, termasuk area pegunungan hingga lokasi konstruksi. Kemampuan persepsi mobil ini didukung oleh sensor LiDAR DHX1 dengan 4.320 garis dan kemampuan warna 4K penuh. Jarak deteksi maksimumnya mencapai 600 meter. Bahkan, sensor ini diklaim mampu mengidentifikasi obyek dengan reflektivitas rendah (10%) pada jarak 400 meter, serta mendeteksi target kecil seperti kerucut lalu lintas pada jarak 300 meter. Sebagai pelengkap, kabin Nebula Next 01 dirancang sebagai "otak pusat kehidupan cerdas". Melalui model besar terintegrasi, mobil ini dapat dikoordinasikan dengan ekosistem robot rumah tangga dan peralatan pintar Dreame lainnya, menjadikan kendaraan ini tidak hanya sebagai alat transportasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup digital penggunanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang