Mobil listrik semakin populer seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi energi dan isu lingkungan. Tak hanya digunakan sebagai alat transportasi, mobil listrik kini juga mulai dipersonalisasi oleh pemiliknya, termasuk dalam hal peningkatan kualitas sistem audio. Pemilik Cartens Audio Jakarta, Edy Susanto, menjelaskan bahwa pada mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV), penggantian head unit aftermarket memang tidak memungkinkan. Hasil modifikasi audio dari Cartens Audio Jakarta pada Kia EV6 GT Line “Untuk mobil EV 100 persen, pergantian head unit aftermarket sudah tidak bisa dilakukan karena seluruh sistem telah terintegrasi dengan sistem mobil," kata Edy kepada Kompas.com, Kamis (15/1/2026). Menurut Edy, sistem head unit pada mobil listrik umumnya sudah terhubung dengan berbagai fitur penting kendaraan, seperti pengaturan kendaraan, navigasi, hingga sistem keselamatan. Karena itu, mengganti head unit berisiko mengganggu fungsi utama mobil. Edy mengatakan, untuk mobil listrik, solusi yang bisa dilakukan hanyalah meningkatkan kualitas audio melalui perangkat tambahan. "Solusi upgrade audio hanya dapat dilakukan dengan menambahkan digital sound processor menggunakan kabel plug and play ke sistem audio OEM, serta menambah atau mengganti speaker, amplifier, dan subwoofer,” katanya. Cartens Audio Jakarta Meski demikian, Edy menegaskan bahwa keterbatasan tersebut bukan berarti pemilik mobil listrik tidak bisa meningkatkan kualitas audio. Justru, upgrade audio pada mobil listrik dapat dilakukan dengan cara yang relatif aman dan rapi tanpa mengganggu sistem bawaan pabrikan. Edy menambahkan bahwa proses instalasi audio pada mobil listrik sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Bahkan, dari sisi teknis, pemasangan audio di mobil listrik dinilai lebih mudah dibandingkan mobil konvensional. “Kalau dibilang beda, bedanya mungkin karena ini teknologi baru ya. Kita transisi dari mobil yang konvensional ke elektrik,” ujar Edy. Cartens Audio Jakarta Ia menjelaskan, kekhawatiran yang paling sering muncul dari konsumen adalah soal garansi baterai dan konsumsi daya. “Pertama kali ya mungkin banyak ketakutan dalam artian apakah nanti void dengan garansi baterainya," kata Edy. "Apakah baterainya nanti pemakaiannya akan jadi lebih boros dan lain-lain gitu kan. Tapi kalau dari sisi kita teknis, kita lebih bilang lebih mudah,” jelasnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang