Salah satu keterbatasan utama pada mobil listrik atau battery electric vehicle (BEV) yaitu head unit audio system yang tidak bisa diganti. Hal ini disebabkan karena perangkat tersebut sudah terintegrasi dengan berbagai sistem penting di dalam mobil. Pemilik Cartens Audio Jakarta, Edy Susanto, mengatakan head unit mobil listrik menyatu antara layar, pengaturan kendaraan, hingga berbagai fitur keselamatan. Modifikasi mobil listrik Rp 100 jutaan Wuling Air ev dan Binguo EV Meski demikian, bukan berarti pemilik mobil listrik tidak bisa meningkatkan kualitas audio sama sekali. Edy menjelaskan, ruang modifikasi masih terbuka di bagian lain, terutama pada sisi output suara. "Solusi upgrade audio hanya penambahan digital sound processor," kata Edy kepada Kompas.com, akhir pekan lalu. "Caranya yaitu dengan penambahan kabel-kabel plug and play ke sistem audio OEM-nya serta penambahan atau pergantian speaker/amplifier dan subwoofer," kata Edy. Edy juga menambahkan, kualitas audio bawaan mobil listrik saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan mobil konvensional tanpa sistem audio lengkap. Komponen kabel-kabel audio mobil di Cartens Audio Jakarta Beberapa merek mobil listrik, seperti BYD, bahkan disebut sudah menawarkan spesifikasi audio bawaan yang cukup lengkap. "Paling hanya menambahkan Android Box," katanya. Sistem tersebut telah mendukung berbagai fitur hiburan modern, seperti Spotify, Apple CarPlay, dan Android Auto. "Apalagi kalau yang sekarang kayak BYD udah pake DIN audionya, udah ada subwoofernya, ya tergantung lagi paling saya kurang sama standar audionya baru ganti gitu," kata Edy. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang