Berdiri sejak 1978, PO Siliwangi Antar Nusa (SAN) hingga saat ini selalu mengutamakan pelayanan yang aman dan nyaman bagi penumpang. Perusahaan asal Bengkulu itu selalu memastikan kendaraanya dalam keadaan optimal sebelum berangkat mengantarkan penumpang. "Untuk pengecekan bus dilakukan setiap dia masuk garasi. Pengemudi biasanya akan kasih komentar setelah menggunakan bus tersebut ke mekanik. Misalnya dia merasa setirnya agak kurang nyaman atau di bawah ada suara. Nanti mereka (bus) akan naik ke paddock itu untuk melakukan undercarriage misalnya," kata Direktur PO SAN, Kurnia Lesani Adnan (Sani) di PO SAN Workshop Bengkulu, Selasa (18/11/2025). Saat tiba di garasi sopir juga biasanya akan memberikan bukti pengeluaran, terutama terkait solar. Sebab dalam sehari pengeluaran solar setiap sopir bus dibatasi. Kemudian, bila pengeluaran solar melewati batasan tersebut, maka akan dicari apa penyebabnya dan mencari solusinya. PO SAN Workshop di Bengkulu Jakarta, PP kita target solar satu ton. Ini contoh saja. Kalau dia lebih dari satu ton, kita cek apakah ada macet atau ada masalah. Misalnya ada kondisi mesin yang tidak normal," katanya. Sani juga mengatakan, kalau psikologis pengemudi sedang jelek akan mempengaruhi ke konsumsi bahan bahan bakar lantaran gaya berkendaraanya berubah. Namun karena saat ini bus yang digunakan oleh PO SAN sudah menggunakan teknologi, maka pengemudi hanya perlu menunjukan OBD untuk pemerikasaan secara data. Dari sana langsung terlihat berapa kecepatan rata-rata bus hingga penggunaan remnya seperti apa. Tidak hanya itu, PO SAN juga selalu memastikan ketersediaan suku cadang hingga oli bus di Workshop mereka yang berkokasi di Bengkulu dan di Solo. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.