Persaingan di segmen MPV listrik semakin ketat dengan bertambahnya pilihan. Maxus Indonesia sebagai salah satu pemain menganggap hal tersebut sebagai suatu tantangan. Saat ini, pasar MPV listrik nasional masih didominasi oleh pabrikan asal China. Peresmian diler Maxus di PIK Beberapa model yang sudah meluncur di Indonesia antara lain BYD M6, Aletra L8, Denza D9, Xpeng X9, serta dua model andalan Maxus, yakni Mifa 7 dan Mifa 9. Bertambahnya jumlah produk membuat konsumen memiliki semakin banyak opsi, khususnya di segmen menengah hingga premium. Namun di sisi lain, kondisi tersebut menuntut setiap merek untuk memiliki diferensiasi yang kuat, baik dari sisi produk, layanan, maupun strategi pemasaran. Maxus Mifa GIIAS 2025 Tanggapan Maxus Indonesia Elisa Tobing, National Sales & DND Head Maxus Indonesia, mengatakan, banyaknya pilihan MPV listrik saat ini memberikan tantangan tersendiri bagi, khususnya untuk bermain di segmen medium MPV dan high premium MPV. "Karena di situ kita lihat ada market yang cukup menantang. Jadi, ini tantangan buat kita sih," ujar Elisa, kepada wartawan, saat ditemui dalam peresmian diler Maxus PIK, di Jakarta, Rabu (4/2/2026). Meski demikian, Maxus tetap optimistis dapat bersaing dengan mengandalkan karakter produk yang ditawarkan. Saat ini, Maxus Indonesia masih fokus pada dua model MPV listrik, yakni Mifa 7 dan Mifa 9, yang menyasar segmen berbeda. Kedua model tersebut juga telah dirakit secara lokal, yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah dari sisi harga dan ketersediaan unit. Langkah perakitan lokal ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Maxus dalam mendukung industri otomotif nasional. "Jadi, kita sedang terus lakukan pendekatan ke SAIC, mencoba rencana-rencana baru ke depan, tapi itu masih jauh. Kita masih fokus ke dua model ini dulu," kata Elisa. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang