PT Mobil Anak Bangsa (MAB) terus memperluas lini kendaraan listriknya di Indonesia. Setelah fokus mengembangkan bus listrik, perusahaan tersebut kini berencana menghadirkan mikro bus berbasis baterai atau van listrik untuk kebutuhan penumpang. Rencana tersebut diungkapkan Senior Marketing Manager Communication MAB, Achmad Rofiqi. Ia mengatakan model yang disiapkan nantinya akan menyasar kebutuhan mobilitas berkapasitas sedang. “Kami berencana meluncurkan model penumpang berkapasitas 16 orang seperti HiAce versi EV. Setelah itu, kami juga akan menghadirkan blind van listrik,” ujarnya kepada Kompas.com, belum lama ini. Prototipe Metropod buatan PT Mobil Anak Bangsa dipamerkan di ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2022 di JIExpo Kemayoran, Rabu (27/7/2022). Prototipe kendaraan listrik mungil yang dijadikan kendaraan feeder ditargetkan bakal masuk jalur produksi massal di tahun depan. Meski demikian, Rofiqi belum mengungkap detail spesifikasi maupun waktu peluncuran kendaraan tersebut. Termasuk soal platform, kapasitas baterai, hingga jarak tempuhnya. Namun, langkah ini menunjukkan keseriusan MAB dalam menggarap segmen kendaraan komersial listrik yang saat ini mulai berkembang di Indonesia. Bila benar hadir dengan konfigurasi 16 penumpang, model tersebut bakal mengisi ceruk pasar yang selama ini banyak digunakan untuk kebutuhan travel, shuttle, hingga transportasi pariwisata. Selain model penumpang, MAB juga menyiapkan blind van listrik yang berpotensi digunakan untuk kebutuhan logistik dan distribusi barang di kawasan perkotaan. Mobil Anak Bangsa (MAB) membawa pikap listrik MAB SF T01 di PEVS 2025. Menurut Rofiqi, pengembangan kendaraan niaga listrik MAB nantinya akan dipusatkan di fasilitas produksi perusahaan di Jawa Tengah. “Seluruh model tersebut nantinya akan difokuskan di sana agar tidak saling tumpang tindih. Memang kami fokuskan fasilitas di Jawa Tengah, tepatnya di Demak, khusus untuk produksi bus dan kendaraan niaga lainnya,” katanya. Saat ini, kendaraan listrik komersial mulai dilirik berbagai pelaku usaha karena dinilai lebih efisien untuk operasional harian, terutama di wilayah perkotaan. Selain biaya energi yang lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar minyak, kendaraan listrik juga dianggap mampu mendukung target pengurangan emisi karbon di sektor transportasi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang