Berdasarkan data dari Jasa Marga, volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-10 hingga H-1 libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 atau periode 11-20 Maret 2026 mencapai 1.810.134 kendaraan. Angka tersebut merupakan akumulasi arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) utama, yakni GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (arah Bandung), GT Cikupa (arah Merak), dan GT Ciawi (arah Puncak). Jumlah itu meningkat 25,5 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 1.442.037 kendaraan. Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono mengatakan, total 1,8 juta kendaraan yang keluar dari Jabotabek tersebut setara 51,3 persen dari proyeksi 3,5 juta kendaraan selama periode 11–31 Maret 2026. Sejumlah kendaraan melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama menuju arah timur meningkat signifikan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Rabu (18/3/2026). Berdasarkan distribusinya, mayoritas kendaraan mengarah ke Timur (Trans Jawa dan Bandung) sebanyak 989.628 kendaraan atau 54,7 persen. Sementara itu, 465.840 kendaraan (25,7 persen) menuju arah Barat (Merak), dan 354.666 kendaraan (19,6 persen) menuju arah Selatan (Puncak). Untuk arah Timur, lalu lintas menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama tercatat sebanyak 661.258 kendaraan, meningkat 131,9 persen dari kondisi normal. Adapun kendaraan menuju Bandung melalui GT Kalihurip Utama mencapai 328.370 unit atau naik 3,8 persen. Secara total, volume kendaraan menuju Trans Jawa dan Bandung mencapai 989.628 kendaraan atau meningkat 64,5 persen dibandingkan kondisi normal. Arus mudik di Tol Cipali hingga sore ini masih alami perlambatan, arus sedikit tersendat akibat banyaknya kendaraan pemudik berhenti di bahu jalan(FOTO : KOMPAS..com / Ahya Nurdin) Sementara itu, lalu lintas ke arah Barat melalui GT Cikupa menuju Merak tercatat 465.840 kendaraan atau turun 4,2 persen dari normal. Adapun kendaraan menuju arah Selatan melalui GT Ciawi ke Puncak tercatat sebanyak 354.666 kendaraan atau naik tipis 0,1 persen. Pada H-1 Lebaran 2026 atau Jumat (20/3/2026), volume kendaraan yang meninggalkan Jabotabek melalui empat gerbang tol utama tercatat 117.606 kendaraan. Angka ini lebih rendah 27 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 161.064 kendaraan. Arus lalu lintas di Km 46 ruas jalan tol Jakarta - Cikampek, Kamis (19/3/2026) pukul 06.30 WIB. “Sebanyak 1,8 juta kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek untuk merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 H. Diperkirakan hari ini akan terjadi peningkatan mobilitas masyarakat untuk bersilaturahmi kepada saudara dan kerabat di ruas tol Jasa Marga Group,” ujar Rivan, dalam keterangan resminya. Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas, Jasa Marga memperkuat layanan di sejumlah ruas tol utama. Upaya tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan operasional gardu tol, menyiagakan armada layanan jalan tol, serta melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional. Optimalisasi teknologi melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) turut dilakukan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time dan mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Informasi lalu lintas juga disebarkan melalui aplikasi Travoy dan Radio Travoy FM guna membantu pengguna jalan merencanakan perjalanan. Arus lalu lintas di Km 46 ruas jalan tol Jakarta - Cikampek pada Kamis (19/3/2026) pagi. ''Menjelang periode arus balik, kami mohon kerja sama pengguna jalan untuk dapat merencakan perjalanan dengan lebih baik lagi dengan menghindari waktu puncak arus balik yang diprediksi jatuh pada Selasa, 24 Maret 2026," kata Rivan. "Manfaatkan diskon tarif tol pada periode arus balik selama dua hari yakni pada 26-27 Maret 2026 (H+5 s.d H+6) lebaran di 9 ruas tol Jasa Marga Group," ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang