Toyota mengumumkan recall terhadap lebih dari satu juta kendaraan setelah ditemukan adanya gangguan pada sistem kamera belakang. Masalah tersebut berpotensi membuat pengemudi tidak mendapatkan tampilan visual saat melakukan mundur, sehingga meningkatkan risiko keselamatan. Recall ini dilakukan tidak lama setelah kampanye penarikan sebelumnya yang juga berkaitan dengan kamera belakang. Dikutip dari Carscoops, Kamis (6/11/2025), pada recall sebelumnya, sekitar 394.000 unit terdampak karena kerusakan tampilan layar yang terbagi menjadi dua warna, hitam dan hijau. Namun, kasus terbaru ini dinilai lebih serius. Dalam kampanye recall sebelumnya, masalah terkait dengan komponen yang dipasok oleh Panasonic dan melibatkan model seperti Toyota Tundra, Tacoma, dan Sequoia. Sementara pada penarikan kali ini, persoalan berasal dari komponen berbeda yang diproduksi oleh Denso. Selain mencakup model Toyota, recall ini juga merembet ke kendaraan Lexus serta Subaru. Pada kasus terbaru, tampilan kamera belakang dapat tidak muncul sama sekali apabila gigi mundur diaktifkan dalam waktu tertentu setelah mesin dinyalakan. Toyota Camry Hybrid XV80 Dalam beberapa kondisi, tampilan juga layar bisa freeze, memberikan kesan seolah kamera berfungsi normal. Kondisi ini dianggap berbahaya, mengingat sistem kamera belakang telah menjadi fitur keselamatan yang diwajibkan pada seluruh kendaraan baru di Amerika Serikat sejak 2018. Adapun untuk model yang terdampak cukup banyak, termasuk unit Toyota yang dijual di Indonesia, seperti Toyota bZ4X (lansiran 2023-2025), Toyota Camry Hybrid (2025-2026), hingga Toyota RAV4 (2023-2025). Demikian juga untuk Lexus seperti model ES, LX, NX, serta LS juga ikut terdampak. Untuk memperbaiki masalah tersebut, Toyota menyebut tidak memerlukan penggantian komponen fisik. Solusinya berupa pembaruan perangkat lunak pada unit kontrol sistem bantu parkir (Parking Assist ECU) yang terhubung fitur Panoramic View Monitor. Namun, pembaruan ini tidak dapat dilakukan melalui sistem over-the-air (OTA). Dengan demikian, seluruh 1.024.407 unit kendaraan yang masuk daftar recall perlu mendatangi bengkel resmi untuk mendapatkan pembaruan secara manual. Lexus LX700h GIIAS 2025 Menanggapi hal ini, PT Toyota Astra Motor (TAM) mengaku telah menerima informasi resmi dari prinsipal mengenai recall global tersebut, termasuk model Toyota dan Lexus yang dijual di Indonesia. Saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi teknis dengan pihak manufaktur maupun jaringan purna jual. "Kami telah menerima informasi terkait kegiatan recall yang dilakukan prinsipal mencakup beberapa model Toyota dan Lexus yang juga dijual di Indonesia," ucap Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, saat dihubungi KOMPAS.com, Kamis (6/11/2025). "Dengan mengedepankan keselamatan pelanggan sebagai prioritas utama, saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pihak manufaktur dan value chain untuk mempersiapkan seluruh aspek yang diperlukan sebelum melakukan pengumuman resmi kegiatan recall terhadap model-model terkait di Indonesia," lanjutnya. Pihak Toyota juga turut meminta maaf dan memahami kekhawatiran yang mungkin muncul di kalangan konsumen Tanah Air. Adapun informasi lanjutan akan diumumkan secara bertahap. Ilustrasi kamera parkir. “Saya mewakili PT Toyota Astra Motor ingin menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang mungkin muncul bagi pelanggan Toyota di seluruh Indonesia,” kata Ernando. “Perkembangan terbaru akan kami update melalui kanal komunikasi resmi Toyota dan juga teman-teman media,” lanjutnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.