Modifikasi dan pemasangan aksesori pada bus ternyata tidak selalu menjadi tanggung jawab perusahaan otobus (PO). Menurut pelaku usaha aksesori bus, sebagian besar permintaan justru datang dari kru bus yang mengeluarkan biaya sendiri untuk mempercantik kendaraan yang mereka operasikan. Kru Bus Modali Aksesori Suprapto, pemilik usaha aksesori bus Moreno Airhorn, mengatakan, pemasangan aksesori pada bus cukup banyak dibiayai oleh kru. “Kalau variasi bus itu kru yang modalin. Cuma ada sebagian bos-bos yang modalin,” kata Suprapto saat ditemui Kompas.com, Selasa (29/9/2026). Menurut Suprapto, untuk sejumlah aksesori tambahan, kru menjadi pihak yang lebih aktif menentukan sekaligus membiayai pemasangannya. Sementara itu, untuk PO yang memang memberikan fasilitas modifikasi kepada bus, pemasangan aksesori dapat dilakukan secara langsung melalui pihak perusahaan. “Buat yang PO rata-rata yang modalin itu untuk awalnya. Terus buat tambahan-tambahan itu kru sendiri,” ujar Suprapto. Bus AKAP PO Putra Pelangi Aspek Kelistrikan Penting Bagi Pemasangan Aksesori Bus Jenis aksesori yang dipasang pun beragam. Mulai dari klakson basuri, lampu LED berbentuk mata, strobo, hingga perangkat audio dan modul pengontrol. Meski pemasangan aksesori menjadi bagian dari modifikasi bus, Moreno mengingatkan agar pengerjaan tidak dilakukan sembarangan. Aspek kelistrikan harus menjadi perhatian, terutama dalam menentukan ukuran kabel, kapasitas arus, dan penggunaan pengaman seperti sekring. “Kalau pemasangannya benar pasti aman. Hal yang tidak aman itu pemasangan yang asal pasang, tidak tahu kelistrikan dan kapasitas kabel,” kata dia.