– Gazoo Racing kini dikenal sebagai wajah mobil performa Toyota di seluruh dunia. Namun demikian mungkin ada yang belum tahu bahwa merek ini lahir dari sebuah "penolakan." Pada 2007, Akio Toyoda yang saat itu belum menjabat Presiden Toyota, ingin turun balap di ajang 24 Hours of Nürburgring, namun keinginannya ditolak. Meski dia berada di top level, manajemen Toyota tidak mengizinkannya menggunakan nama perusahaan karena aktivitas tersebut tidak dianggap sebagai program resmi. Namun Toyoda "kekeuh" dan tetap turun balap pakai nama samaran “Morizo” dengan membela Team Gazoo, nama yang diambil dari situs mobil bekas milik Toyota. Akio Toyoda, Chairman of the Board of Directors sedang menjelaskan brand Century di Japan Mobility Show 2025 Dikutip dari Carscoops, Toyoda kemudian mengemudikan Toyota Altezza yang telah disiapkan khusus untuk balap di sirkuit dan berhasil menyelesaikan balapan 24 jam penuh. Namun, hasil itu tidak serta-merta membawa kebanggaan. Ia justru pulang dengan perasaan tidak puas. Toyoda menilai bahwa kala itu Toyota itu belum memiliki mobil yang mampu bersaing dengan pabrikan Eropa, yang menjadikan Nürburgring sebagai laboratorium pengembangan mobil sport. Diceritakan bahwa saat Toyoda disalip mobil pabrikan lain, ia kesal sebab dia membayangkan rivalnya mengejek Toyota. "Setiap kali mobil kami disalip mobil pengembangan dari pabrikan lain, rasanya seperti saya mendengar mereka berkata, ‘Hei, Toyota, kalian tidak bisa membuat mobil seperti ini, kan?’ Perasaan frustrasi itu masih saya ingat dengan sangat jelas,” kata Toyoda dikutip dari toyotagazooracing, Jumat (9/1/2026). Perjalanan Toyota Gazoo Racing Indonesia di ajang balap GT berhasil ukir sejarah baru. Titik Balik Pikiran itu terus membekas, di mana Toyoda kemudian bertekad untuk membangun mobil yang menyenangkan untuk dikendarai. Pada 2010, Toyota meluncurkan Lexus LFA, mobil sport bermesin V10 yang dikembangkan sepenuhnya secara internal. Ini menjadi mobil sport pertama Toyota dalam hampir dua dekade. Proses pengembangannya tidak mudah. Toyoda mengakui adanya tantangan besar dan minimnya dukungan internal saat itu. Namun, LFA menjadi simbol keseriusan Toyota dalam membangun mobil berperforma tinggi. Tragedi sempat menyelimuti proyek ini. Hiromu Naruse, sosok penting di balik pengembangan LFA, meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di dekat Nürburgring. Toyota Gazoo Racing Indonesia raih juara di Kejurnas Slalom 2025 Meski kehilangan tersebut sangat personal, tekad Toyoda untuk membangun mobil yang menggugah emosi justru semakin kuat. Gazoo Racing Setelah itu, arah Toyota mulai berubah. Peluncuran Toyota GT 86 pada 2012, kemudian GR Supra pada 2019, menandai keseriusan baru. Performa tak lagi sekadar proyek sampingan, tetapi menjadi bagian penting dari identitas Toyota. Meski dikembangkan bersama Subaru dan BMW, Toyota tetap menaruh perhatian besar pada rasa berkendara dan kesenangan di balik kemudi. Pada 2015, seluruh aktivitas balap Toyota resmi disatukan di bawah satu nama, Toyota Gazoo Racing. Dari yang awalnya hanya “nama darurat”, Gazoo Racing berkembang menjadi divisi resmi dengan struktur jelas dan dukungan penuh perusahaan. Kini lini mobil GR semakin lengkap, mulai dari GR Yaris, GR Corolla, GR 86, hingga GR Supra. Toyota juga menyiapkan supercar flagship GR GT. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang