Mobil bekas orisinal umumnya lebih cepat laku karena memiliki daya tarik yang lebih luas di pasar. Kondisi standar pabrik membuat mobil cocok untuk berbagai kalangan tanpa harus menyesuaikan selera tertentu. Salah satu alasan utamanya adalah selera konsumen yang berbeda-beda. Mobil modifikasi sering kali mencerminkan preferensi pribadi pemilik sebelumnya, sehingga tidak semua calon pembeli merasa cocok dengan tampilannya. Taufik Trisna, penjual mobil bekas di Bengkel Cak Tris Klaten mengatakan modifikasi ekstrem sebaiknya dihindari, karena mempengaruhi minat pasar. “Perubahan ekstrem sering kali justru menurunkan minat pasar, karena tidak semua orang memiliki selera yang sama terhadap modifikasi mobil tersebut,” ucap Taufik kepada KOMPAS.com, Kamis (9/4/2026). Meski demikian, ada modifikasi ringan yang masih bisa ditoleransi seperti ganti pelek racing, ban dan ubahan kecil yang tidak mengubah struktur bawaan pabrik. “Misal ganti pelek dan ban, untuk mengembalikan ke kondisi normal kan masih mudah, apalagi komponen orisinal-nya diikutsertakan, itu tidak masalah,” ucap Taufik. Modifikasi Suzuki Grand Vitara Tapi, ketika modifikasi sudah mengubah warna bodi aslinya, struktur sasis, mesin dan komponen vital lain, minat pasar cenderung turun. “Pembeli kan juga cari aman dan nyaman saat beli mobil bekas, dengan spesifikasi standar pabrikan tentu lebih mudah dirawat dan ongkosnya wajar,” ucap Taufik. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan selain soal selera, mobil yang sudah dimodifikasi berisiko terdapat ubahan sehingga onderdil standar tidak bisa dipasang dengan pas. “Mobil orisinal lebih dipercaya dari sisi kondisi mesin. Banyak pembeli khawatir bahwa modifikasi, terutama pada mesin, dapat mempengaruhi keandalan dan umur pakai kendaraan,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Kamis (9/4/2026). Faktor biaya juga menjadi pertimbangan penting. Mobil modifikasi sering memerlukan biaya tambahan untuk mengembalikan ke kondisi standar atau memperbaiki komponen aftermarket yang kurang awet. Mobil standar juga lebih mudah dalam proses inspeksi dan pengajuan kredit. Lembaga pembiayaan cenderung menilai mobil orisinal lebih aman, sehingga peluang disetujui lebih besar. Bursa mobil seken di Incheon, Korea Selatan, 12 Agustus 2025. “Kemudahan dalam mencari suku cadang menjadi nilai tambah, komponen bawaan pabrik umumnya lebih mudah ditemukan dan sudah terjamin kecocokannya dibandingkan dengan komponen modifikasi,” ucap Imun. Banyak orang mengira modifikasi dapat meningkatkan harga jual, padahal kenyataannya tidak selalu demikian. Bahkan, beberapa modifikasi justru menurunkan nilai karena dianggap tidak sesuai dengan standar umum. Dari sisi kenyamanan, mobil orisinal biasanya lebih unggul. Modifikasi seperti suspensi terlalu rendah atau pelek besar dapat mengurangi kenyamanan berkendara dan mempercepat keausan komponen. modifikasi ekstrem Toyota Prius “Mungkin bagi sebagian orang pelek lebar, ceper, mengubah sudut-sudut roda, bagus dari segi tampilan, tapi dari sisi kenyamanan jauh berbeda dengan standar pabrik,” ucap Imun. Mobil orisinal juga lebih mudah dijual kembali di masa depan. Pasarnya lebih luas dan tidak terbatas pada kelompok tertentu, sehingga proses penjualan cenderung lebih cepat. Kesimpulannya, mobil bekas orisinal lebih diminati karena dianggap lebih aman, praktis, dan ekonomis. Faktor-faktor ini membuatnya lebih cepat terjual dibandingkan mobil yang telah dimodifikasi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang