Bau asap knalpot mobil terkadang terasa lebih menyengat saat mesin baru pertama kali dinyalakan. Kondisi tersebut umumnya terjadi karena mesin dan sejumlah komponennya masih dalam keadaan dingin. Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), mengatakan, saat pertama kali mesin dinyalakan, sistem akan membuat campuran bahan bakar menjadi lebih banyak. “Saat awal start, bensin disuplai lebih banyak dibanding udara agar mesin mudah hidup. Akibatnya, pembakaran belum sempurna dan menghasilkan gas buang yang lebih menyengat,” ucap Jayan kepada Kompas.com, belum lama ini. Ilustrasi asap knalpot Campuran bahan bakar yang lebih banyak dibandingkan udara tersebut membuat proses pembakaran pada fase awal mesin bekerja belum berlangsung secara optimal. Kondisi ini menyebabkan gas buang yang dihasilkan memiliki bau lebih kuat. Selain campuran bahan bakar, komponen pada sistem pembuangan juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi bau asap knalpot. Salah satunya adalah katalis knalpot. Komponen ini berfungsi mengubah gas berbahaya, seperti karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC), menjadi gas yang lebih ramah. Namun, katalis membutuhkan suhu tertentu untuk bekerja optimal sehingga saat mesin baru dinyalakan, kemampuannya mengolah gas buang masih belum maksimal. “Saat masih dingin, fungsi katalis belum maksimal, sehingga bau asap knalpot lebih terasa, nanti lama-lama akan hilang seperti biasa, ini normal,” ucap Jayan. Jadi, bau asap knalpot yang lebih menyengat ketika mobil baru dinyalakan tidak selalu menunjukkan adanya kerusakan pada mesin. Bau tersebut dapat berkurang setelah mesin dan katalis mencapai suhu kerja.