Ketergantungan terhadap smartphone makin sulit dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Sayangnya, kebiasaan itu ikut terbawa ke jalan raya. Data terbaru menunjukkan tren mengkhawatirkan: distraksi saat berkendara terus meningkat, dan sekarang tak lagi sebatas telepon atau membalas pesan singkat.Kini, tak sedikit pengemudi muda yang kedapatan menonton video, scroll TikTok, hingga menyimak live streaming saat menyetir di jalan raya. Data dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menggambarkan situasi cukup suram. Sepanjang 2023, distraksi saat berkendara dikaitkan dengan 3.275 kematian dan 300 ribu kasus cedera di Amerika Serikat. Meski tak dirinci sumber gangguannya, tren penggunaan media sosial saat berkendara menjadi salah satunya."Orang-orang semakin sering berinteraksi dengan ponsel mereka saat berkendara," ujar profesor asosiasi Virginia Tech, Charlie Klauer. "Perkembangannya sudah beralih dari sekadar mengirim pesan menjadi browsing, melihat-lihat, hingga menonton, yang sekarang sering kami temui. Itu mencakup Instagram, Snapchat, TikTok, dan lainnya."Main HP di mobil. Foto: Doc. Carscoops.Fenomena ini juga dirasakan Joel Feldman, yang rutin memberikan edukasi ke pelajar soal bahaya distraksi saat berkendara. Ia menyebut, pengemudi muda kini terang-terangan mengakui kebiasaan tersebut."Saya berbicara dengan anak-anak, dan mereka mengatakan bahwa mereka sempat melihat sekilas video TikTok saat berkendara," kata Feldman."Hal seperti itu tidak saya dengar lima tahun lalu. Ini selalu muncul baik saat saya memberi materi di New Jersey, Pennsylvania, Colorado, maupun Maryland, dan itu baru beberapa tempat yang saya kunjungi dalam beberapa minggu terakhir," tambahnya.Data yang sama mengungkap, pengemudi usia 15 hingga 20 tahun menjadi penyumbang terbesar kecelakaan fatal akibat distraksi, dan angkanya masih tinggi hingga awal usia 20-an.Ilustrasi nyetir mobil. Foto: ACALebih parah lagi, kini mulai muncul kasus kecelakaan akibat aktivitas membuat konten saat berkendara. Tahun lalu, dua streamer, MeltIsLIVE dan Jau Shaun, sempat melakukan siaran langsung sambil ngebut menggunakan BMW M3 dan Dodge Charger di jalanan Atlanta. Beruntung, tidak ada korban serius dalam kejadian tersebut.Namun tidak semua orang beruntung. Sebulan sebelumnya, seorang wanita berusia 43 tahun diduga menabrak dan menewaskan pejalan kaki saat sedang live di TikTok. Di California, ada pula kasus pengemudi yang menabrak mobil polisi yang terparkir karena menonton YouTube, nyaris mengenai petugas yang berada di dekatnya.Secara aturan, hampir seluruh negara bagian di AS sebenarnya sudah melarang aktivitas ini. Sebanyak 49 negara bagian dan Washington D.C. melarang aktivitas mengetik saat berkendara, sementara 33 negara bagian melarang penggunaan ponsel genggam sepenuhnya. Namun, celah tetap ada.Kini, banyak pengemudi memanfaatkan layar infotainment di mobil untuk menonton video. Bahkan, ada yang menggunakan perangkat tambahan agar fitur tersebut tetap aktif saat kendaraan berjalan.Regulator pun mulai bergerak. Beberapa negara bagian tengah mengkaji aturan baru yang secara spesifik melarang aktivitas streaming atau live streaming dari kursi pengemudi, sesuatu yang belum diatur secara jelas sebelumnya.Di sisi lain, penggunaan layar sentuh di mobil juga jadi perhatian. Charlie Klauer menyebut, interaksi dengan layar ini bisa berdampak signifikan terhadap waktu reaksi pengemudi, bahkan disebut lebih berbahaya dibandingkan pengaruh alkohol atau ganja.