Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean Nomor 85, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, rusak setelah ditabrak truk yang mengangkut alat berat pada Selasa (14/7/2026) dini hari. JPO yang berada tepat di depan Hotel Terraz Tree itu mengalami kerusakan cukup parah. Proses evakuasi kendaraan dan alat berat yang masih berlangsung berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Tampak badan JPO bergeser hingga terpisah dari bagian tangga. Pecahan beton dari pondasi tiang jembatan juga terlihat berserakan di pinggir jalan. Arus Lalu Lintas Melambat Berdasarkan keterangan Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, aat ini proses penanganan masih berlangsung sehingga arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami perlambatan. Pengendara yang melintas dari arah Mampang menuju Blok M maupun sebaliknya diimbau mengantisipasi waktu tempuh yang lebih lama dari biasanya. Arus lalu lintas Jalan Kapten Tendean arah Blok M macet imbas truk tersangkut di JPO Mampang, Senin (14/7/2026) pagi. Jalur Alternatif yang Bisa Dipilih Untuk menghindari kepadatan di Jalan Kapten Tendean, pengguna jalan disarankan memilih beberapa ruas alternatif berikut. Dari Arah Kuningan Menuju Blok M atau Kebayoran Baru Pengendara dapat menggunakan Jalan HR Rasuna Said, kemudian melanjutkan perjalanan melalui Jalan Gatot Subroto, masuk ke kawasan Semanggi, lalu menuju Jalan Sisingamangaraja atau Jalan Trunojoyo menuju Blok M. Dari Arah Mampang Menuju Kemang dan Cipete Alternatif lain adalah melalui Jalan Kemang Raya yang dapat menghubungkan pengendara menuju kawasan Kemang, Cipete, hingga Fatmawati tanpa harus melewati Jalan Kapten Tendean. Dari Arah TB Simatupang Menuju Sudirman Bagi pengguna jalan dari arah selatan Jakarta, rute melalui Jalan Pangeran Antasari dapat menjadi pilihan untuk menghindari titik kepadatan di Kapten Tendean. Dari Antasari, pengendara dapat melanjutkan perjalanan menuju Blok M atau masuk ke Jalan Sisingamangaraja menuju kawasan Sudirman. Atur Waktu Perjalanan Jalan Kapten Tendean merupakan salah satu koridor utama yang menghubungkan kawasan Mampang, Kuningan, Blok M, hingga Kebayoran Baru. Karena itu, proses evakuasi JPO yang rusak berpotensi memicu antrean kendaraan, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Pengguna jalan diimbau memantau informasi lalu lintas terkini dan mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif agar perjalanan tetap lancar selama proses penanganan berlangsung.