PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), terus mengakselerasi penyelesaian Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) Tahap I Ruas Gending–Besuki sepanjang 49,68 kilometer. Berdasarkan data per Juli 2026, Seksi 1 Gending–Kraksaan sepanjang 12,88 km dan Seksi 2 Kraksaan–Paiton sepanjang 11,20 km telah rampung 100 persen secara fisik serta mengantongi Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO). Sementara itu, Seksi 3 Paiton–Besuki sepanjang 25,60 km juga telah menyelesaikan 100 persen pekerjaan jalan utama sejak April 2026. Saat ini, ruas tersebut memasuki tahap akhir Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO). Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan pihaknya berkomitmen menuntaskan pembangunan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan, dan tata kelola yang baik. Menjelang puncak libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Jasa Marga (Persero) Tbk resmi mengoperasikan secara fungsional ruas Jalan Tol Probolinggo?Situbondo?Banyuwangi (Prosiwangi) Segmen Gending?Paiton. "Jasa Marga terus mengakselerasi penyelesaian Jalan Tol Prosiwangi sebagai bagian dari komitmen mendukung agenda pembangunan nasional. Kami memastikan setiap tahapan konstruksi dilaksanakan dengan mengedepankan aspek kualitas, keselamatan, keberlanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan pengembangan ekonomi kawasan," kata Rivan dalam keterangan resminya, Jumat (10/7/2026). Pangkas Waktu Tempuh Rivan mengatakan, ketika beroperasi, Jalan Tol Prosiwangi Tahap I diproyeksikan memangkas waktu tempuh perjalanan dari Probolinggo menuju Besuki menjadi sekitar 1 jam 15 menit. Kehadiran jalan tol tersebut diklaim tidak hanya menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah, tetapi juga memperlancar rantai pasok logistik menuju kawasan industri Paiton dan Pelabuhan Ketapang sebagai gerbang penyeberangan Jawa–Bali. Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Tahap 1 Gending-Besuki sepanjang 49,68 km. Selain itu, perannya juga akan meningkatkan konektivitas destinasi wisata unggulan di kawasan Tapal Kuda, serta membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM setempat. Inovasi Jalan Tol Prosiwangi juga menerapkan berbagai inovasi ramah lingkungan, mulai dari proses konstruksi, kawasan rest area, hingga gedung operasional PT JPB. Salah satu inovasinya adalah Hybrid Wind Tree yang memadukan 35 solar petal dan 30 aeroleaf untuk menghasilkan listrik secara mandiri dengan kapasitas hingga 12,4 kW. Inovasi tersebut telah memperoleh Rekor MURI sebagai implementasi energi baru terbarukan pada proyek jalan tol. Selain itu, proyek ini juga menerapkan sistem pengelolaan air daur ulang (water treatment) untuk kebutuhan pemadam kebakaran, flushing toilet, dan penyiraman taman. Tol Probolinggo-Banyuwangi Paket II Kraksaan-Paiton. Pada tahap konstruksi, pemanfaatan batu hasil galian untuk timbunan badan jalan berhasil mengoptimalkan biaya pembangunan sekaligus mengurangi dampak lingkungan melalui penurunan emisi karbon hingga 6,3 juta kgCO?e atau sekitar 45,4 persen.