— Banyak pengendara mobil yang ingin kabin kendaraannya selalu harum dan segar. Namun, tidak sedikit yang justru salah memilih jenis pengharum udara hingga menyebabkan bau tak sedap muncul dari AC mobil. Menurut Gunawan, pemilik Premium99 AC di Depok, penggunaan pengharum yang mengandung cairan atau bahan kimia tertentu bisa berdampak buruk pada sistem pendingin kabin. “Jangan menggunakan cairan atau pengharum yang disemprotkan langsung ke kisi-kisi AC, karena bisa menimbulkan bau tidak sedap ketika AC dinyalakan pertama kali,” ujar Gunawan kepada Kompas.com, Minggu (2/11/2025). Ia menjelaskan, cairan pengharum yang masuk ke sistem sirkulasi udara dapat menempel pada evaporator atau filter kabin. Ilustrasi membersihkan filter AC di mobil kelamaan, sisa cairan tersebut bercampur dengan debu dan kotoran sehingga menimbulkan aroma lembap atau bahkan apek. Gunawan menambahkan, untuk menjaga udara kabin tetap segar tanpa merusak komponen AC, sebaiknya gunakan pengharum padat atau berbahan alami yang tidak menimbulkan residu. Selain itu, kebersihan interior mobil juga perlu dijaga dengan rutin melakukan vakum dan pembersihan kabin minimal tiga bulan sekali. “Kalau kabin bersih, AC dirawat rutin, dan tidak pakai pengharum cair, udara di dalam mobil akan tetap segar dan sehat,” katanya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.