Akibat lonjakan arus kendaraan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 memicu kepadatan lalu lintas di jalur Pantura Demak–Kudus, Jawa Tengah. Kemacetan yang terjadi akibat perbaikan jalan di kawasan Trengguli membuat perjalanan menuju Semarang tersendat, terutama pada jam sibuk. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, kepolisian merekomendasikan sejumlah jalur alternatif Kudus–Semarang yang bisa dimanfaatkan pengendara mobil kecil. Kanit Turjawali Satlantas Polres Demak, Iptu M Khaerul, mengatakan, untuk mengurai kemacetan imbas pembangunan jalan pihaknya menerjunkan personel di 3 pos berbeda secara bergantian. Truk melintas di titik perbaikan jalan Pantura Trengguli, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (16/12/2025) siang. Adapun untuk jam padat lalu lintas, waktu pulang dan berangkat kerja, Pantura Demak akan diberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow. "Kemudian kita laksanakan giat contraflow itu mulai pagi jam 9 kita jadwalkan sampai jam 12, kemudian jam 12 apabila jam 11 sudah habis kemudian," kata Khaerul dikutip dari , Jumat (26/12/2025). "Setelah jam 17.00 kita ganti personel lagi yaitu shift ketiga jam 17.00 sampai jam 21.00, itu sama kita laksanakan giat contraflow juga," lanjutnya. Adapun apabila terjadi kemacetan panjang di Pantura Demak, kendaraan kecil tujuan Kudus-Semarang bisa melintas melalui jalur alternatif. "Di sini itu ada jalur kabupaten yaitu jalur Gajah dan Dempet, namun itu kurang maksimal dan jauh sekali," ucap Khaerul. Meskipun demikian, jalur tersebut direkomendasikan jika kondisi Pantura Trengguli mengalami kemacetan parah, meski jarak yang ditempuh cukup jauh. Kedua, lanjut Khaerul, jalur alternatif lain yang bisa dimanfaatkan adalah dari Pantura Trengguli ke Kecamatan Wonosalam, yang nantinya akan tembus ke Godong, Grobogan. "Kedua kita gunakan jalur dari Trengguli ke Mrisen sampai Mojo, Wonosalam kemudian baru ketemu jalur provinsi yaitu kota Dempet, Godong," katanya. Namun Khaerul menegaskan, jalan alternatif tersebut hanya digunakan untuk kendaraan kecil bukan untuk truk. Dia juga mengimbau masyarakat yang melintas Pantura Demak untuk senantiasa berhati-hati dan mengutamakan keselamatan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang