Konversi sepeda motor bensin ke listrik sering kali dianggap menghilangkan "ruh" berkendara. Sensasi oper gigi dan tarikan kopling biasanya hilang, berganti dengan karakter matik yang tinggal puntir gas. Namun, bengkel konversi Tics EV menawarkan pengalaman yang berbeda. Menggunakan basis motor bebek klasik Honda C700, mereka menciptakan paket konversi yang tetap mempertahankan transmisi manual, lengkap dengan tuas kopling di tangan kiri. Saya berkesempatan menjajal motor bebek "setrum" ini untuk merasakan langsung sensasinya. Tetap Klasik Tanpa Ubah Rangka Salah satu nilai jual utama dari paket konversi Tics EV adalah kepraktisannya. Untuk Honda C700 ini, mereka tidak melakukan ubahan pada rangka orisinal maupun swing arm. Sistem penggeraknya menggunakan model mid-drive, bukan hub-drive (motor di dalam roda belakang). Artinya, tenaga dari dinamo disalurkan melalui rantai ke roda belakang, sehingga tampilan kaki-kaki tetap terlihat standar dan klasik. Pengerjaannya pun tergolong cepat. Jika kondisi motor bahan dalam keadaan sehat, proses konversi hanya memakan waktu sekitar dua jam saja. Honda C700 listrik buatan Tics EV, masih ada transmisi dan pakai tuas kopling Sensasi Berkendara: Ada "Engine Brake" Saat mulai berjalan, impresi pertama yang dirasakan adalah "rasa mekanis" yang masih kental. Saat kaki menginjak tuas transmisi, ada suara ceklek yang familiar. Menariknya, saat deselerasi atau turun gigi, motor ini memberikan sensasi engine brake layaknya motor bensin. Suara dengungan khas dinamo yang melengking saat berakselerasi juga memberikan experience baru yang futuristik namun tetap terasa akrab bagi pengendara motor bebek. Bagi yang ingin personalisasi, hantaran tenaga motor ini bisa diatur lewat aplikasi di smartphone. Mulai dari respons gas, karakter tenaga yang linear atau gradual, hingga fitur regenerative braking dan hill hold control. Honda C700 listrik buatan Tics EV, masih ada transmisi dan pakai tuas kopling Spesifikasi dan Performa Dapur pacunya mengandalkan dinamo berkapasitas 1.000 Watt (1 kW) dengan peak power hingga 3.000 Watt (3 kW). Tenaga ini disuplai oleh baterai 2 kWh yang sanggup membawa motor menempuh jarak 50-60 km dalam sekali pengisian penuh. Untuk urusan performa, Honda C700 listrik ini bisa menyentuh kecepatan 60-80 kpj. Angka yang sangat cukup untuk penggunaan harian di dalam kota, bahkan terasa lebih bertenaga dibanding mesin aslinya yang hanya 70cc. Soal pengisian daya, baterainya bisa terisi penuh dari nol hanya dalam waktu sekitar 2 jam. Jadi, tak perlu menunggu semalaman untuk siap digunakan kembali. Honda C700 listrik buatan Tics EV, masih ada transmisi dan pakai tuas kopling Biaya dan Catatan Untuk urusan kantong, biaya konversi di TICS.EV ini berada di kisaran belasan juta rupiah. Harga tersebut sangat bergantung pada spesifikasi baterai dan jarak tempuh yang diinginkan konsumen. Namun, ada catatan kecil. Mengingat basisnya motor jadul, sektor pengereman yang masih tromol dan suspensi yang keras perlu menjadi perhatian ekstra saat memacu motor ini di kecepatan tinggi. Secara keseluruhan, konversi ini menjadi solusi menarik bagi mereka yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa kehilangan keseruan mengoper gigi dan gaya hidup motor klasik. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang