Kecelakaan yang menimpa Aktor Gary Iskak kembali membuka percakapan soal karakter Yamaha RX-King, motor lawas yang hingga kini tetap populer karena performanya yang agresif. Meski berstatus legenda, RX-King bukan tipe motor yang bisa dipakai begitu saja tanpa penyesuaian, apalagi bagi pengendara yang tak terbiasa. Seperti diketahui, Gary Iskak meninggal dunia usai mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai RX-King di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/11/2025). Ahmad Arif, atau akrab disapa Arif King Priok, pemain berat RX-King sekaligus pedagang Yamaha RX Series di Jakarta Utara, mengatakan bahwa RX-King memiliki karakter yang “liar” sejak dari pabrik. Apalagi kalau unit yang dipakai sudah mengalami ubahan. “Kalau dilihat di RX King yang digunakan Almarhum, fisiknya sudah enggak orian, knalpot nya pakai knalpot kolong dan itu juga sudah tidak standar. Standarnya saja sudah galak apalagi yang seperti itu. Kalau dilihat bracket lampunya juga sudah tidak ada, pasti itu motor sudah galak banget,” ujar Arif, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (30/11/2025). RX-King sejak dulu dikenal dengan akselerasi bawah yang sangat spontan. Banyak yang menyebutnya sebagai motor yang “nge-jambak”, lantaran hentakannya terasa begitu cepat saat digas di gigi rendah. Arif menjelaskan, karakter ini sering kali mengejutkan pengendara yang baru pertama kali mencoba RX-King. Yamaha RX-King masih dijual di Sentral Yamaha Medan “Banyak kasus ketika orang yang gak biasa naik motor tiba-tiba naik motor RX-King yang punya karakter liar, akselerasi awalan tinggi. Jadi RX-King itu kan dikenal di istilah anak-anak ini bawahnya nge-jambak. Putaran di bawah terasa spontan banget, jadi kadang-kadang orang kaget ketika digas kok langsung ngacir,” ucapnya. Bagi yang tak terbiasa, perubahan tenaga yang agresif di gigi 1 sampai 3 bisa membuat panik. Bahkan, kata Arif, hal ini bisa menjadi penyebab hilangnya kontrol saat motor tiba-tiba melonjak. Menurut Arif, karakter motor yang agresif bisa menjadi salah satu faktor yang membuat pengendara kehilangan kendali. Selain faktor kelalaian manusia seperti mengantuk. “Gas tersangkut itu paling dominan. Begitu digas, gas nyangkut dia gak bisa kendaliin refleksnya kurang," kata Arif. Lebih rinci Arif menjelaskan, meski sama-sama motor 2-tak, RX-King memiliki karakter tenaga yang berbeda dibandingkan tipe lain seperti Kawasaki Ninja. RX-King unggul di hentakan awal, sementara Ninja lebih nyaman untuk kecepatan panjang. “Hampir semua karakter RX King, yang standarnya saja akselerasi awalnya itu memang nge-jambak. Beda sama Ninja, kalau Ninja di trek lurus panjang itu enak, tapi kalau di RX King di awalan-awalan, getak itu yang enak gitu,” ujar Arif. Gary Iskak saat Media visit film Mangga Muda di Kantor Redaski Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta, Kamis ( 9/1/2020). Tora Sudiro Berperan Sebagai Kamal. Artinya, pengendara harus memahami bahwa RX-King tidak bisa diperlakukan seperti motor 4-tak modern yang lebih halus responsnya. Di tengah tren motor klasik dan motor 2-tak, Arif mengingatkan agar calon pengguna tidak memilih motor hanya karena sedang ramai atau demi gaya. “Buat yang mau main motor saya sarankan kenali karakter motornya. Karena setiap motor pasti berbeda-beda. Selain itu, gunakan perlengkapan ridding yang lengkap," kata Arif. "Kita pakai helm itu jangan bukan cuma takut ditilang polisi, tapi bener-bener cari helm yang SNI, kualitasnya bagus kan buat pelindung,” lanjutnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang