Kerja sama General Motors (GM) dan Honda di bidang teknologi sel bahan bakar hidrogen resmi memasuki babak akhir. Honda memutuskan untuk menghentikan produksi di fasilitas Fuel Cell System Manufacturing (FCSM) bersama GM, yang berlokasi di Brownstown, Michigan, Amerika Serikat. Penghentian produksi dijadwalkan berlangsung sebelum akhir tahun ini, setelah kedua perusahaan melakukan serangkaian pembahasan panjang terkait kelanjutan bisnis tersebut. “Hasil dari diskusi itu mengarah pada kesepakatan untuk menghentikan produksi sistem sel bahan bakar di FCSM,” demikian pernyataan Honda, dikutip dari Carscoops, Rabu (21/1/2026). Keputusan ini datang tidak lama setelah GM lebih dulu mengumumkan, pada musim gugur tahun lalu, bahwa pihaknya menghentikan pengembangan sel bahan bakar generasi baru untuk merek Hydrotec. Saat itu, GM menilai jalan menuju bisnis hidrogen yang berkelanjutan masih panjang dan penuh ketidakpastian. Selain faktor biaya yang tinggi, keterbatasan infrastruktur juga menjadi batu sandungan utama. GM mencatat, di Amerika Serikat saat ini terdapat lebih dari 250.000 unit pengisi daya kendaraan listrik Level 2+, sementara stasiun pengisian hidrogen hanya berjumlah 61 lokasi. Honda CR-V e:FCEV Fasilitas FCSM sendiri baru memulai produksi komersial pada Januari 2024. Honda dan GM sebelumnya menggelontorkan investasi sebesar 85 juta dollar AS untuk membangun pabrik tersebut. Penghentian produksi ini pun memunculkan tanda tanya besar terhadap masa depan Honda CR-V e:FCEV, model crossover berbasis sel bahan bakar yang menjadi salah satu produk utama hasil kolaborasi kedua pabrikan. Honda CR-V e:FCEV diperkenalkan pada 2024 dan saat ini hanya tersedia dengan skema sewa di California. Mobil ini mengombinasikan baterai 17,7 kWh, motor listrik di bagian depan, serta tangki hidrogen berkapasitas 4,3 kilogram. Konfigurasi tersebut menghasilkan tenaga sekitar 174 daya kuda, dengan jarak tempuh klaim mencapai 435 kilometer berdasarkan standar EPA. Meski GM terlihat mulai menjauh dari teknologi hidrogen, Honda justru mengambil langkah berbeda. Pabrikan asal Jepang itu menegaskan tetap melanjutkan pengembangan teknologi sel bahan bakar. Honda bahkan mengumumkan telah menyiapkan sistem sel bahan bakar generasi baru yang dikembangkan secara mandiri. Teknologi tersebut akan dimanfaatkan untuk memperluas peluang bisnis, sekaligus menjadikan hidrogen sebagai salah satu pilar usaha baru Honda di masa depan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang