Kondisi jalan berlubang masih menjadi persoalan yang kerap ditemui pengendara motor di berbagai daerah. Tidak sedikit pengendara yang spontan membanting setang ketika melihat lubang di depan demi menghindari benturan dengan roda kendaraan. Padahal, manuver mendadak saat menghindari lubang justru bisa lebih berbahaya dibanding melewati lubang itu sendiri. Risiko terjatuh atau tersenggol kendaraan lain bisa meningkat apabila pengendara tidak memperhatikan kondisi sekitar sebelum bermanuver. Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, mengatakan menghindari lubang sebenarnya tidak masalah dan justru diperbolehkan demi keselamatan. Namun pengendara harus tetap tenang dan tidak melakukan gerakan mendadak. “Menghindari lubang itu sebenarnya boleh dilakukan demi keselamatan, tapi yang bahaya kalau menghindarinya secara mendadak atau panik,” ujar Agus kepada Kompas.com, Selasa (26/5/2026). Kondisi Jalan Raya Jakarta-Bogor di Perempatan Gaplek, Tangsel yang penuh lubang. Semua kendaraan melambat untuk menghindari lubang-lubang berdiameter 20-30 cm dengan kedalaman 10-20 cm. Foto diambil Selasa (30/1/2018). Menurut dia, salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah pengendara langsung membanting setang tanpa melihat kondisi lalu lintas di samping maupun belakang kendaraan. “Misalnya langsung banting setang tanpa lihat kondisi sekitar area berkendara kita. Ini yang berisiko menyebabkan kecelakaan,” katanya. Agus menjelaskan, sebelum memutuskan menghindari lubang, pengendara sebaiknya memastikan kondisi sekitar aman. Kurangi kecepatan terlebih dahulu, lalu perhatikan kendaraan lain yang berada di sisi samping maupun belakang. Langkah tersebut penting untuk menghindari benturan dengan pengendara lain yang mungkin tidak siap terhadap perubahan arah secara tiba-tiba. Namun jika posisi lubang sudah terlalu dekat dan tidak memungkinkan untuk dihindari dengan aman, Agus menyarankan pengendara tetap melewatinya secara perlahan sambil menjaga keseimbangan motor. “Kalau lubangnya sudah terlalu dekat dan tidak memungkinkan menghindar dengan aman, lebih baik dilewati pelan,” ucapnya. Ia juga menyarankan pengendara sedikit mengangkat pinggul dari jok motor saat melewati lubang agar tubuh tetap stabil dan hentakan tidak langsung diterima badan. Menurut Agus, yang paling penting saat menghadapi jalan rusak adalah tetap tenang dan tidak panik. Sebab keputusan mendadak di jalan sering kali menjadi pemicu utama kecelakaan. “Intinya jangan panik dan tetap mengutamakan keselamatan,” katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang