Sesi Free Practice 1 (FP1) Moto3 di Sirkuit Mugello, Italia, dibuka dalam kondisi yang kurang ideal. Hujan deras yang mengguyur kawasan sirkuit sejak semalaman hingga pagi hari memaksa para pebalap, termasuk Veda Ega Pratama, untuk mengawali latihan di atas lintasan yang basah. Bagi Veda, sesi latihan bebas pertama ini menjadi momentum krusial untuk mencari setelan motor yang paling pas. Setelan ini menjadi modal penting sebelum memasuki sesi Practice berikutnya, di mana 14 pebalap tercepat secara akumulatif akan langsung lolos ke babak Kualifikasi 2 (Q2) memperebutkan pole position. Ketika bendera hijau dikibarkan, Veda langsung turun ke lintasan untuk beradaptasi dengan karakter sirkuit legendaris tersebut dalam kondisi basah. Pada putaran awal, pebalap asal Gunungkidul ini sebenarnya sempat mencatatkan waktu 2 menit 20,576 detik. Veda Ega Pratama Track Limit Sayangnya, catatan waktu perdana tersebut langsung dianulir oleh steward lantaran Veda terdeteksi melewati batas trek (track limit). Tak patah arang, Veda terus mempertajam torehannya pada putaran berikutnya. Ia berhasil membukukan waktu 2 menit 17,409 detik yang sempat membawanya merangsek naik ke posisi kelima sementara. Persaingan ketat di sirkuit membuat posisinya sempat melorot, namun Veda kembali membalas pada lap selanjutnya dengan mempertajam catatan waktu menjadi 2 menit 16,455 detik, sekaligus mengamankan kembali peringkat kelima. Memasuki putaran keempat, ritme balap Veda kian membaik. Ia sukses memangkas catatan waktunya secara signifikan menjadi 2 menit 14,765 detik. Meskipun banyak pebalap lain yang juga tampil melesat hingga memaksa Veda terlempar ke posisi ke-10, torehan lap teranyarnya itu berhasil mendongkrak posisinya kembali ke urutan keenam. Intensitas persaingan semakin memanas di pertengahan sesi, membuat posisi Veda kembali melorot ke urutan ke-13. Melihat situasi tersebut, Veda mencoba memanfaatkan momentum dengan membuntuti Hakim Danish, pebalap asal Malaysia yang saat itu tengah memimpin sebagai yang tercepat. Strategi towing ini membuahkan hasil positif; Veda sukses melakukan improve dengan mencetak waktu 2 menit 14,327 detik dan naik ke peringkat sembilan. Namun, kondisi trek yang berangsur membaik membuat para rivalnya juga terus mempertajam catatan waktu mereka. Veda pun harus rela kembali tergeser ke posisi ke-13 sebelum akhirnya memutuskan masuk ke dalam pit untuk melakukan penyesuaian teknis. Saat berada di dalam pit, posisinya terus melorot hingga ke urutan 19. Ketika kembali mengaspal, jalannya sesi FP1 dipimpin oleh Adrian Fernandez yang menorehkan waktu impresif 2 menit 10,871 detik. Pada momen ini, Veda sempat kesulitan menembus catatan waktu terbaiknya dan tertinggal sekitar tiga detik dari pemimpin lomba, hingga posisinya sempat tercecer di peringkat ke-23. Posisi 20 Menjelang akhir sesi, Veda kembali menunjukkan taringnya dengan mencetak waktu terbaik pribadinya sepanjang FP1, yakni 2 menit 12,954 detik. Hasil ini sempat mengantarkannya naik ke posisi ke-15, dengan selisih 2,254 detik dari Fernandez yang terus memperbaiki catatan waktunya. Persaingan perebutan tempat teratas di menit-menit krusial sempat berjalan sengit antara Joel Esteban yang mencetak 2 menit 10,484 detik, sebelum akhirnya takhta tercepat direbut kembali oleh Adrian Fernandez dengan catatan waktu fantastis 2 menit 9,930 detik. Hingga bendera finis dikibarkan, Fernandez mengukuhkan diri sebagai yang tercepat di sesi FP1 ini. Sementara itu, akibat sengitnya perebutan waktu di detik-detik terakhir, Veda Ega Pratama harus puas menutup sesi latihan bebas pertama ini di posisi ke-20. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang