Penurunan harga Pertamax per 1 Agustus 2026 membuat biaya pengisian bahan bakar skutik bongsor ikut berkurang. Honda PCX 160 dan Yamaha NMAX Turbo menjadi dua model yang menarik untuk dibandingkan karena memiliki kapasitas tangki berbeda. Mulai 1 Agustus 2026, harga Pertamax (RON 92) turun Rp 300 per liter, dari Rp 16.250 menjadi Rp 15.950 per liter. Harga itu berlaku untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Dengan kapasitas tangki 8,1 liter, PCX 160 membutuhkan biaya lebih besar untuk sekali pengisian penuh dibandingkan NMAX Turbo yang memiliki tangki 7,1 liter. Isi Penuh PCX 160 Berdasarkan spesifikasi resmi Astra Honda Motor (AHM), Honda PCX 160 memiliki kapasitas tangki bahan bakar 8,1 liter. Jika seluruh kapasitas tersebut diisi menggunakan Pertamax dengan harga Rp 15.950 per liter, biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 129.195. Sementara ketika harga Pertamax masih Rp 16.250 per liter pada Juli 2026, biaya untuk mengisi penuh tangki PCX 160 mencapai Rp 131.625. Dengan demikian, penurunan harga Pertamax membuat biaya full tank PCX 160 berkurang Rp 2.430 dalam sekali pengisian. Besarnya selisih tersebut mengikuti kapasitas tangki. Dengan daya tampung 8,1 liter, setiap penurunan harga BBM Rp 300 per liter akan mengurangi biaya pengisian penuh sebesar Rp 2.430. Yamaha Nmax Turbo dipakai touring rute Samosir-Medan NMAX Turbo Yamaha NMAX Turbo memiliki kapasitas tangki bahan bakar 7,1 liter. Kapasitas tersebut lebih kecil 1 liter dibandingkan PCX 160. Dengan harga Pertamax terbaru, biaya yang diperlukan untuk mengisi penuh tangki NMAX Turbo mencapai Rp 113.245. Pada Juli 2026, pengisian penuh masih membutuhkan Rp 115.375. Artinya, pemilik NMAX Turbo kini dapat menghemat Rp 2.130 setiap kali mengisi tangki dari kondisi kosong hingga penuh. Jika kedua motor diisi penuh satu kali setiap minggu, misalnya, penghematan akibat penurunan harga Pertamax secara simulasi mencapai Rp 9.720 dalam sebulan untuk PCX 160 dan Rp 8.520 untuk NMAX Turbo, dengan asumsi empat kali pengisian penuh. Namun, pengisian BBM dalam penggunaan sehari-hari tidak selalu dilakukan dari kondisi tangki benar-benar kosong. Jarak tempuh, gaya berkendara, kondisi lalu lintas, dan sisa bahan bakar akan menentukan jumlah BBM yang sebenarnya dibeli.