Memiliki mobil pribadi menjadi salah satu kebutuhan bagi sebagian masyarakat, termasuk mereka yang memiliki penghasilan sekitar Rp 5 juta per bulan. Namun, keputusan membeli mobil sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan kemampuan membayar cicilan. Pasalnya, setelah mobil berada di garasi, pemilik tetap harus menyiapkan biaya bahan bakar, servis berkala, pajak kendaraan, parkir, hingga biaya perbaikan jika terjadi kerusakan. Ilustrasi kredit kendaraan bermotor, kredit mobil. Harga Mobil Bekas Ideal Dengan penghasilan Rp 5 juta per bulan, mobil bekas di kisaran Rp 70 juta sampai Rp 90 juta dapat menjadi salah satu pilihan yang lebih realistis, terutama jika konsumen memiliki uang muka cukup besar dan tidak mempunyai cicilan lain. Sebaliknya, membeli mobil dengan harga di atas Rp 100 juta akan membuat beban keuangan semakin besar karena konsumen harus memperhitungkan cicilan sekaligus biaya operasional kendaraan. Perencana Keuangan dari OneShildt Financial Planning Budi Raharjo mengatakan, konsumen sebenarnya perlu membandingkan kembali keuntungan membeli mobil baru dan bekas sebelum menentukan pilihan. Ilustrasi mobil bekas. Menurut dia, kredit mobil baru justru memiliki sejumlah keuntungan dibandingkan kredit mobil bekas. “Bunga mobil baru pasti lebih rendah, belum lagi kita bisa mendapat diskon serta beragam penawaran menarik lainnya. Selain itu, konsumen juga dibebaskan dari biaya perawatan, karena biasanya masih gratis,” ujar Budi kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu. Mobil Bekas Tetap Bisa Jadi Pilihan Meski demikian, Budi mengatakan tidak ada salahnya jika konsumen tetap ingin mengincar mobil bekas. Syaratnya, calon pembeli harus mempersiapkan dana tambahan di luar harga kendaraan. Dana tersebut diperlukan untuk mengantisipasi biaya perbaikan, balik nama surat-surat kendaraan, hingga pengeluaran tidak terduga setelah mobil dibeli. Ilustrasi kredit mobil oleh Astra Credit Companies (ACC). Untuk konsumen dengan penghasilan Rp 5 juta per bulan, pertimbangan tersebut menjadi semakin penting. Sebab, jangan sampai seluruh kemampuan finansial habis untuk membayar cicilan, sementara tidak ada dana tersisa ketika kendaraan membutuhkan perbaikan. Budi menyarankan konsumen yang membeli mobil bekas melalui kredit untuk mempertimbangkan kendaraan dengan usia relatif muda. Menurut dia, mobil bekas berusia maksimal dua atau tiga tahun masih menarik karena biaya perawatannya cenderung lebih terkendali dan sebagian kendaraan masih berada dalam masa garansi. Ajang pameran mobil bekas Setir Kanan di Makassar. “Tapi beli mobil bekas di atas usia 5 tahun juga tidak masalah, asalkan menyiapkan dana untuk perbaikan dan mendapat harga yang bagus,” ucap Budi. Selain usia kendaraan, konsumen juga disarankan memperhatikan biaya operasional. Mobil yang murah saat dibeli belum tentu murah untuk digunakan sehari-hari. “Jika pilihannya jatuh kepada mobil bekas, sebaiknya pilih kendaraan yang kira-kira minim biaya operasionalnya dan pentingkan pada fungsionalitas mobil,” kata Budi. Ilustrasi berkendara saat erupsi gunung yang mengeluarkan abu vulkanik Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tenor dan bunga kredit. Menurut Budi, pembiayaan mobil bekas umumnya memiliki batasan usia kendaraan dan tingkat bunga yang lebih tinggi dibandingkan mobil baru. “Leasing biasanya terima mobil bekas maksimal 10 tahun, itu pun hanya mobil-mobil tertentu, dan bunganya juga pasti lebih besar,” katanya.