Desain gagang pintu mobil yang rata dengan bodi dan terbuka secara elektrik kini semakin mudah ditemui pada mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia. Model tersebut banyak digunakan oleh kendaraan yang mengedepankan desain futuristis dan aerodinamika, termasuk sejumlah mobil listrik asal China. Namun, penggunaan gagang pintu elektrik model tersembunyi atau retractable kini menjadi perhatian di China. Salah satu pertimbangannya adalah aspek keselamatan, terutama ketika kendaraan mengalami kecelakaan. Dalam kondisi tertentu, penumpang maupun petugas penyelamat dapat mengalami kesulitan membuka pintu apabila sistem kelistrikan kendaraan tidak berfungsi. Gagang pintu mobil Pemilik bengkel Dokter Mobil (Domo), Lung Lung, mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dari penggunaan gagang pintu elektrik. “Kalau terjadi kecelakaan, tidak ada yang tertarik. Kalau listrik mati, kita tidak bisa masuk karena handle-nya tidak bisa dibuka,” katanya kepada Kompas.com, Rabu (2/9/2026). Recall Jutaan Mobil Belum lama ini sejumlah produsen otomotif melakukan terhadap jutaan kendaraan karena masalah pada mekanisme pembuka pintu darurat di dalam kabin. Program recall tersebut melibatkan sekitar 4,3 juta kendaraan dari berbagai merek, mulai dari Tesla, Xiaomi, Leapmotor, Xpeng, Geely melalui Zeekr, Chery, Dongfeng, BAIC, hingga FAW. Gagang pintu tarik otomatis di mobil listrik Tesla Model YL, ketika dipamerkan di Beijing, China, 3 Februari 2026. Masalah yang disoroti bukan semata-mata gagang pintu elektrik yang tidak berfungsi. Regulator juga menyoroti desain tuas pembuka pintu mekanis darurat di dalam kabin yang dinilai sulit dikenali dan dioperasikan. Pada sejumlah kendaraan, tuas tersebut memiliki warna yang menyerupai panel interior sehingga sulit ditemukan dalam kondisi darurat. Hal ini menjadi penting ketika kendaraan mengalami kecelakaan berat yang menyebabkan sistem kelistrikan tegangan rendah tidak berfungsi. Tesla Terbanyak Dari sejumlah merek yang terlibat, Tesla mencatat jumlah kendaraan terbesar dalam program recall terkait mekanisme pintu tersebut. Gagang pintu mobil Sekitar 2,98 juta unit Tesla terdampak, yang terdiri dari kendaraan produksi China maupun unit impor. Model yang masuk dalam program tersebut mencakup Model 3, Model Y, Model X, dan Model S. Untuk kendaraan produksi China, terdapat 973.156 unit Model 3 dan 1.956.713 unit Model Y. Sementara itu, kendaraan impor yang terdampak terdiri dari 35.590 unit Model 3, 8.328 unit Model X, serta 2.123 unit Model S. Tesla akan melakukan perbaikan dengan memasang label peringatan pada mekanisme pembuka pintu darurat. Selain itu, pembaruan perangkat lunak melalui Over-the-Air (OTA) akan dilakukan untuk menambahkan strategi penurunan kaca setelah kecelakaan.