Aki bebas perawatan atau maintenance free (MF) bekas banyak dijual di pasaran. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait kualitas dan ketahanannya. Meski terbilang lebih murah daripada beli baru, aki MF bekas memiliki kualitas tak sama dengan barunya. Mulai dari segi kemampuannya menyimpan daya listrik hingga terdapat bekas pembongkaran. Rasyid, Service Advisor Ahass Sappitu Cawas Klaten mengatakan konsumen boleh saja beli aki MF bekas di pasaran, karena faktanya masih bisa dipakai. “Bila konsumen membeli aki MF bekas di pasaran, pasti diperiksa voltasenya, mampu tidak untuk menghidupkan mesin, kebanyakan masih mampu saat pembelian, tapi tak ada jaminan tahan berapa lama,” ucap Rasyid kepada KOMPAS.com, Jumat (30/1/2026). Aki MF bekas bisa dijadikan alternatif ketika dalam kondisi darurat. Namun, bila menginginkan kualitas lebih baik dan mendapatkan kemudahan sebaiknya beli aki baru. “Aki baru cenderung lebih awet, sehingga tak berisiko bagi konsumen ketika berkendara, potensi motor mogok di jalan atau di luar rumah lebih kecil, kalau pakai aki MF bekas ada kekhawatiran,” ucap Rasyid. Aki bebas perawatan bukan aki kering murni Dari segi perlakuan, aki MF yang sudah soak cukup beragam kondisinya. Ada yang hanya butuh pengisian air dan pengecasan ulang tapi ada juga yang kondisinya sudah rusak. “Aki MF sebenarnya bukan aki kering, dia masih pakai cairan elektrolit, asam sulfat, sama dengan aki biasa, bedanya ada di kualitas bahan selnya yang dibuat minim penguapan, maka dari itu lubangnya ditutup permanen,” ucap Rasyid. Dengan menutup lubang aki secara permanen, maka konsumen tak perlu rutin menambah air aki. Maka dari itu ada tulisan larangan agar tak membuka seal di kepala aki. Ilustrasi aki mobil. “Bila seal dibuka, atau ada kebocoran, maka air aki bisa menguap dan lama-lama habis, ini bisa membuat aki tekor, maka dari itu ada kondisi aki MF yang bisa dipakai kembali hanya dengan mengisi air dan dicas ulang,” ucap Rasyid. Namun, bila kerusakan ada pada bagian selnya, aki sudah tidak bisa digunakan kembali karena voltasenya pasti kurang dari 12 volt. “Misal salah satu sel aki rusak, karatan atau putus, maka voltase akan berkurang 2 volt, aki 12 volt yang punya 6 lubang sel, ketika rusak satu maka voltasenya tinggal 10 volt, berat buat menghidupkan mesin,” ucap Wawan, pemilik Toko Aki One Aki Ceper Klaten kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Jadi, kondisi aki MF bekas di pasaran cukup beragam. Sekalipun kondisinya masih baik dengan voltase 12 volt, ketahanannya belum tentu awet. Sehingga berisiko untuk konsumen. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang