Changan Automobile mulai melakukan restrukturisasi terhadap dua merek kendaraan energi baru (NEV) miliknya, Deepal dan Avatr. Namun, langkah tersebut bukan berarti Deepal dan Avatr bakal dilebur menjadi satu merek. Changan memilih menyatukan sejumlah operasional di balik layar atau “dapur” kedua merek untuk meningkatkan efisiensi. Dilansir dari Carnewschina, Senin (29/9/2026), Changan telah membentuk AD Collaborative Development Department. Nama AD diambil dari huruf awal Avatr dan Deepal. Departemen baru tersebut akan menjadi unit tingkat pertama di dalam grup dan bertugas mengoordinasikan sumber daya kedua merek, terutama pada operasional menengah hingga belakang. Sejumlah sektor akan dikerjakan secara bersama, mulai dari riset dan pengembangan (R&D), rantai pasok, manufaktur, hingga sejumlah fungsi administratif. Sementara itu, aktivitas yang langsung berhadapan dengan konsumen akan tetap dipisahkan. Identitas merek, strategi produk, pemasaran, dan penjualan Deepal serta Avatr tetap berjalan secara independen. Model tersebut sebelumnya dijelaskan Changan sebagai strategi “independent front-end, collaborative mid-to-back-end” atau bagian depan tetap independen dengan operasional menengah dan belakang yang berkolaborasi. Changan memperkirakan penggunaan sumber daya secara bersama tersebut dapat memangkas biaya sekitar 20 persen hingga 30 persen. Integrasi operasional Deepal dan Avatr sebenarnya sudah diumumkan Chairman Changan Automobile Zhu Huarong pada April 2026. Saat itu, perusahaan menargetkan proses integrasi bisa diselesaikan pada akhir 2026. Restrukturisasi kini memasuki tahap lebih konkret. Selain membentuk departemen AD, Avatr disebut akan membangun pusat bersama untuk beberapa bidang, seperti desain, pengembangan produk, dan teknologi platform. Pusat tersebut nantinya dapat menangani sejumlah pekerjaan pengembangan yang juga dibutuhkan Deepal. Di sisi lain, struktur internal Deepal akan dirampingkan dengan menghapus sejumlah unit bisnis dan organisasi di bawahnya. Deepal S05 di GIIAS 2026 Kinerja Deepal dan Avatr Berbeda Langkah Changan menyatukan “dapur” kedua merek dilakukan ketika Deepal dan Avatr mencatatkan kinerja penjualan yang cukup berbeda. Deepal membukukan penjualan global sebanyak 28.659 unit pada Agustus 2026. Secara kumulatif, penjualannya sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 222.028 unit atau naik 11,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 52.647 unit berasal dari pasar luar China, meningkat 76,98 persen secara tahunan. Sementara Avatr membukukan penjualan 8.082 unit pada Agustus 2026. Sepanjang delapan bulan pertama 2026, pengirimannya sekitar 43.327 unit atau turun 48,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Avatr sendiri ditempatkan sebagai merek kendaraan listrik pintar kelas premium. Merek ini dikembangkan dengan dukungan Changan, CATL, dan Huawei, dengan Huawei antara lain berperan dalam teknologi berkendara pintar dan kokpit. Sementara Deepal bermain pada segmen yang lebih luas dan mengandalkan volume penjualan lebih besar. Changan menargetkan Deepal dan Avatr secara gabungan dapat mencapai penjualan tahunan lebih dari 1,5 juta unit pada 2030. Deepal ditargetkan menyumbang sekitar 1 juta unit per tahun, sedangkan Avatr sebanyak 500.000 unit. Lebih dari 40 persen penjualan kedua merek tersebut ditargetkan berasal dari pasar luar China. Restrukturisasi juga berlangsung ketika Avatr tengah mengejar rencana penawaran saham perdana atau IPO di Hong Kong. Avatr kembali mengajukan dokumen pencatatan saham ke Hong Kong Stock Exchange pada 30 Juni 2026 setelah pengajuan sebelumnya berakhir masa berlakunya. Presiden Avatr Technology Chen Zhuo sebelumnya mengatakan restrukturisasi strategis dengan Deepal tidak akan memengaruhi rencana IPO tersebut. Deepal Sudah Masuk Indonesia Nama Deepal sendiri sudah tidak asing bagi pasar Indonesia. Changan telah membawa Deepal S05 sebagai salah satu produk elektrifikasinya di Tanah Air. Pada April 2026, Changan memperkenalkan Deepal S05 REEV di Indonesia. Model berteknologi Range Extender Electric Vehicle (REEV) tersebut menjadi bagian dari rencana ekspansi produk Changan sepanjang tahun ini. Changan kemudian melanjutkan ekspansi Deepal S05 bersama Nevo Q05, termasuk memperkenalkan keduanya kepada konsumen Jawa Barat pada GIIAS Bandung 2026, September lalu. Sejauh ini belum ada informasi bahwa restrukturisasi Deepal dan Avatr di China akan mengubah strategi produk maupun operasional Changan di Indonesia. Changan sendiri tengah menjalankan strategi global yang lebih agresif. Dalam target jangka panjang perusahaan, Changan Group membidik penjualan kendaraan di pasar internasional sebanyak 1,5 juta unit pada 2030, sekaligus memperkuat posisi di sejumlah kawasan termasuk Asia Tenggara.