Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 tidak hanya menjadi ajang peluncuran mobil baru, tetapi juga panggung bagi para pabrikan untuk memamerkan visi mereka terhadap masa depan industri otomotif. Sejumlah mobil konsep turut diboyong ke Indonesia sebagai gambaran arah pengembangan teknologi, desain, hingga solusi mobilitas yang tengah disiapkan. Beragam konsep yang ditampilkan pun memiliki pendekatan berbeda. Kia memperkenalkan PV5 Concept sebagai representasi kendaraan berbasis Platform Beyond Vehicle (PBV), sementara Daihatsu menghadirkan tiga mobil konsep sekaligus, yakni K-Open Running Prototype, K-Vision, dan Midget X yang masing-masing mengusung karakter serta fungsi berbeda. Kehadiran mobil-mobil konsep tersebut menunjukkan bahwa inovasi otomotif tidak lagi hanya berfokus pada elektrifikasi. Fleksibilitas penggunaan, efisiensi, pengalaman berkendara, hingga optimalisasi ruang kabin kini menjadi aspek penting yang turut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masa depan. Kia PV5 Concept di GIIAS 2026 Kia PV5 Concept PV5 Concept menjadi langkah awal Kia menghadirkan Platform Beyond Vehicle (PBV), sebuah konsep kendaraan yang tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga menawarkan solusi mobilitas dengan kabin luas yang dipadukan teknologi perangkat lunak. Mobil konsep ini dirancang dengan fleksibilitas tinggi sehingga dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan. Mulai dari mendukung operasional bisnis, layanan ride-hailing, logistik, hingga aktivitas rekreasi dan gaya hidup penggunanya. Secara desain, PV5 mengusung tampilan yang kokoh dan fungsional. Kia juga mengembangkan konsep ini agar mudah dikonfigurasi sesuai kebutuhan, sehingga mampu mengakomodasi beragam skenario penggunaan dalam satu platform kendaraan. Daihatsu K-Open Running Prototype di GIIAS 2026 Daihatsu K-Open Running Prototype Mobil konsep bergaya roadster ini menjadi evolusi terbaru dari keluarga Copen yang selama ini dikenal sebagai mobil sport mungil khas Jepang. Berbeda dengan mobil konsep pada umumnya yang hanya berfungsi sebagai pajangan, K-Open Running Prototype merupakan kendaraan studi pra-produksi yang benar-benar dibangun untuk menjalani pengujian di jalan. Daihatsu K-Open Running Prototype di GIIAS 2026 Pengembangannya mengusung filosofi "buat, kendarai, uji" sebagai upaya mempertahankan karakter fun to drive yang selama ini melekat pada Copen, sekaligus mempersiapkan model tersebut menghadapi kebutuhan mobilitas di masa depan. Secara dimensi, mobil ini tetap mengikuti regulasi kei car di Jepang. Panjangnya mencapai 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.280 mm, dengan jarak sumbu roda 2.230 mm. Daihatsu K-Open Running Prototype di GIIAS 2026 Daihatsu merancang K-Open Running Prototype dengan tiga prinsip utama, yakni bobot ringan, pusat gravitasi rendah, serta distribusi bobot yang optimal. Guna memperoleh pusat gravitasi yang lebih rendah, mesin dipasang dalam posisi miring. Sementara itu, distribusi bobot depan dan belakang dibuat lebih seimbang melalui konfigurasi mesin depan dengan penggerak roda belakang (FR). Daihatsu K-Vision Daihatsu K-Vision K-Vision mengandalkan teknologi hibrida yang sama dengan Rocky e-Smart Hybrid, yakni sistem series hybrid. Pada konfigurasi ini, mesin bensin tidak terhubung langsung ke roda, melainkan hanya berperan sebagai generator yang menghasilkan listrik untuk memasok tenaga ke motor penggerak. Karena roda sepenuhnya digerakkan motor listrik, karakter berkendaranya diklaim menyerupai mobil listrik murni. Selain menawarkan akselerasi yang halus dan responsif, efisiensi bahan bakarnya juga disebut lebih baik hingga 20 persen dibandingkan mobil bermesin konvensional. Mesin hybrid series Daihatsu K-Vision Sistem hybrid berukuran ringkas tersebut dipadukan dengan platform Daihatsu New Global Architecture (DNGA) generasi terbaru yang telah dirancang untuk mengakomodasi teknologi elektrifikasi di masa depan. Dari sisi dimensi, K-Vision memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.680 mm, serta jarak sumbu roda 2.460 mm. Kabinnya dirancang untuk menampung empat penumpang, dengan konfigurasi ruang yang dapat disesuaikan mengikuti kebutuhan pengguna. Secara keseluruhan, K-Vision menggabungkan karakter kendaraan listrik yang bertenaga, senyap, dan ramah lingkungan dengan kepraktisan sistem hybrid. Pengguna pun tidak perlu melakukan pengisian daya dari sumber listrik eksternal karena pasokan energi dihasilkan langsung oleh mesin bensin melalui generator. Daihatsu Midget X dipamerkan di GIIAS 2026 Daihatsu Midget X Penyegaran desain pada Midget X tetap mempertahankan ciri khas yang melekat pada model pendahulunya. Identitas tersebut terlihat dari penggunaan lampu depan LED berbentuk bulat yang mengingatkan pada Daihatsu Midget klasik. Kesan futuristis hadir melalui kaca depan berukuran besar dengan desain menyerupai kokpit helikopter. Rancangan ini diklaim mampu memberikan visibilitas lebih luas bagi pengemudi. Tampilan pelek juga dibuat dengan desain modern untuk menegaskan statusnya sebagai mobil konsep. Daihatsu Midget X dipamerkan di GIIAS 2026 Masuk ke kabin, Midget X mengusung tata letak yang tidak biasa. Posisi pengemudi ditempatkan di tengah, sementara dua kursi penumpang berada di sisi kanan dan kiri. Konfigurasi tersebut tidak hanya menghadirkan kesan unik, tetapi juga diklaim mampu mengoptimalkan pemanfaatan ruang di dalam kabin. Fungsionalitas menjadi salah satu aspek yang ditonjolkan pada mobil konsep ini. Midget X dibekali kompartemen penyimpanan bergaya ransel, serta bak belakang dengan dimensi yang dibuat lebih panjang. Pendekatan tersebut menunjukkan fleksibilitas Midget X sebagai kendaraan niaga ringan atau light commercial vehicle (LCV).