Pembalap Toyota Gazoo Racing Indonesia, Jordan Johan, berhasil menuntaskan laga perdana GR 86 Cup 2026 yang berlangsung Minggu (5/4) di Sirkuit Internasional Autopolis, Jepang. Pada debutnya tersebut, ia memulai dari posisi ketujuh dari puluhan pembalap dan finish di peringkat keenam dengan hasil yang gemilang. Meskipun ia mengaku harus melakukan penyesuaian terhadap mobil balapnya, namun perlahan tapi pasti dirinya mampu melakukanya dengan baik. Dalam keterangannya, Jordan Johan, menjelaskan meski hanya memiliki waktu sebentar untuk pengenalan mobil pada sesi latihan GR 86 Cup 2026, beruntung ia dapat beradaptasi dengan cepat. GR 86 Cup 2026 jadi portofolio baru TGRI di Tahun 2026 (Foto: TGRI/Ryo Widagdo) “Seri pertama ini pengenalan mobil, pure adaptasi terhadap mobil. Sebelumnya saya pakai FWD, dan kini RWD dalam dua hari saya harus menyesuaikan dengan karakter mobil tersebut. Syukur meskipun saat latihan hujan tapi saya menjadi fastest,” jelasnya saat wawancara dengan ROCKOMOTIF. Selain harus beradaptasi dengan kendaraan, ia Jordan Johan juga harus terbiasa dengan performa ban yang menjadi tantangan pada saat sesi kualifikasi. Menurutnya, ritme tersebut sama seperti Superpole yang ia biasa lakukan pada saat balapan di Tanah Air. Dengan strategi yang telah ia lakukan, hasil dari kualifikasi ia menempati peringkat ke-7 dari total puluhan pembalap yang mengikuti seri pertama GR 86 Cup 2026. Toyota Gazoo Racing Indonesia di GR 86 Cup 2026 (Foto: TGRI/Ryo Widagdo) “Pada kualifikasi, tantangan yang saya hadapi bannya hanya optimum pada satu lap jadi di lap selanjutnya kondisi ban baru ini sudah mengalami degradasi yang lumayan. Jadi saya harus memaksimalkan hot lap di lap pertama dengan apapun kondisinya. Hasilnya dapat P7,” tukasnya. Kemudian, pada sesi balapan selain berhasil naik satu peringkat ke posisi enam, ia juga mendapatkan banyak pengalaman dari mengikuti ajang tersebut. Bagi Jordan Johan, hal tersebut merupakan sebuah pengalaman baru serta pembelajaran untuk memiliki jiwa petarung yang sportif. “Pada balapan, yang ingin saya garis bawahi adalah di balapan ini budayanya sangat berbeda dari yang saya ikuti. Karena pembalap jepang sangat mengutamakan adab, baik di dalam trek maupyun di luar track. saya banyak belajar dari situ,” sambungnya. “Syukur masih dapat piala dan piala ini hanya diberikan dari top 6 dan saya beruntung di balapan kali ini, bisa bawa pulang piala. ini adalah awal dari perjalanan saya di GR 86 cup ini,” pungkasnya. (*)