Tren elektrifikasi membuat pilihan teknologi semakin beragam, termasuk pada mobil hybrid yang kini hadir dengan berbagai pendekatan. Daihatsu menjadi salah satu produsen yang menawarkan teknologi berbeda lewat Rocky e-Smart Hybrid, yang mengandalkan sistem series hybrid, bukan parallel hybrid seperti pada model lain di pasar. Perbedaan ini sempat menimbulkan pertanyaan, mengingat banyak anggapan bahwa sistem paralel dianggap lebih canggih karena bisa mengoptimalkan mesin bensin dan motor listrik secara bersamaan. Namun, Daihatsu melihat kebutuhan konsumen dari sudut pandang yang berbeda. Design Engineering Division Head Research and Development PT Astra Daihatsu Motor, Anjar Rosjadi, menjelaskan bahwa setiap jenis hybrid punya keunggulan masing-masing dan tidak bisa dibandingkan secara hitam-putih. Booth Daihatsu GJAW 2025 “Kalau hybrid paralel kan bisa lebih canggih. Masing-masing tipe hybrid punya keunggulan,” ujar Anjar, di ICE BSD, Tangerang, Selasa (25/11/2025), Menurut Anjar, konsep ini justru memberikan efisiensi lebih baik dalam kondisi stop-and-go, kemacetan, serta kecepatan rendah situasi yang umum dialami pengguna di kota besar. Dalam konteks inilah Rocky e-Smart Hybrid menawarkan nilai tambah yang sesuai kebutuhan pasar. masing punya kelebihan dan keunggulan,” kata Anjar, menegaskan bahwa pemilihan teknologi hybrid sebetulnya kembali pada karakter mobil dan kebutuhan konsumen. Dengan pendekatan tersebut, Daihatsu ingin memastikan setiap inovasi tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga tepat sasaran dan benar-benar memberi manfaat nyata bagi penggunanya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih. Berikan apresiasi sekarang