Bagi Junis Farhan Aryantoro (28), Yamaha XMAX bukan sekadar skutik besar. Motor ini sudah menjadi “kendaraan wajib” setiap kali hasrat touring memanggil. Pengalaman terjauhnya bahkan membentang dari Jakarta hingga Lombok, menempuh jarak sekitar 1.700 kilometer. Perjalanan itu sekaligus menjadi bukti bahwa XMAX memang diciptakan untuk melahap jarak jauh. Junis mengatakan, XMAX tahun 2019 yang ia miliki tidak dipakai buat harian. Motor ini hanya keluar saat perjalanan jauh. Buat rutinitas sehari-hari, ia memilih motor lain yang lebih ringan dan praktis. Menurutnya, dari sekian banyak skutik yang ada, XMAX adalah yang paling relevan untuk touring. Ada empat hal yang membuatnya jatuh hati, dari kapasitas penyimpanan besar, kenyamanan, tenaga, hingga tampilan. “Kalau buat jalan jauh, XMAX itu paling proper,” ujar Junis, kepada Kompas.com (10/1/2026). Kelebihan pertama yang paling ia rasakan adalah posisi duduk. Untuk jarak di atas 500 kilometer hingga 1.000 kilometer, XMAX dinilainya jauh lebih nyaman dibanding NMAX, PCX, Aerox, atau skutik menengah lainnya. Cerita Junistian Farhan Aryantoro memakai Yamaha XMAX Bukan berarti motor-motor itu tidak nyaman, tetapi XMAX memberi rasa lebih santai dan minim lelah ketika tubuh harus berada di atas jok selama berjam-jam. Kelebihan kedua ada pada urusan biaya dan ketersediaan suku cadang. Meski terlihat sebagai skutik besar premium, harga part XMAX justru tergolong masuk akal. Junis mencontohkan, bodi halus XMAX per bagian hanya sekitar Rp 250.000 – Rp 300.000, sementara part serupa di Honda PCX bisa hampir dua kali lipat. Bahkan satu set bodi PCX yang pernah ia beli tembus Rp 7–8 juta, sedangkan XMAX hanya sekitar Rp 3,5 juta. Warna Baru Yamaha XMAX250 Ditambah lagi, pilihan part aftermarket XMAX sangat banyak, dari yang murah hingga mahal, sehingga pemilik bisa menyesuaikan dengan isi dompet. Kelebihan ketiga, dan mungkin yang paling terasa saat touring, adalah daya jelajah dan kapasitas. Tangki XMAX sekitar 12 liter. Dalam kondisi penuh, Junis mengaku bisa menempuh lebih dari 150 kilometer. Dari rumahnya di Jakarta Selatan, dengan tangki penuh, ia pernah mencapai Kebumen tanpa isi ulang. Jika dipaksa, Yogyakarta pun sebenarnya masih mungkin diraih. Cerita Junistian Farhan Aryantoro memakai Yamaha XMAX Namun, di balik semua kelebihannya, XMAX juga menyimpan catatan merah. Kekurangan pertama yang paling ia keluhkan adalah sok belakang bawaan. Menurut Junis, suspensi standar XMAX “enggak banget”. Rebound terlalu cepat dan bantingannya tidak nyaman, membuat banyak pemilik akhirnya memilih upgrade. Kekurangan kedua ada pada ban standar. Dengan bobot besar dan potensi melaju di atas 80–100 kpj, ban bawaan terasa kurang meyakinkan dan cenderung licin. Bagi Junis, mengganti ban adalah salah satu langkah wajib agar XMAX terasa lebih aman. Yamaha XMAX 2022 Kekurangan ketiga justru datang dari hal yang semula menjadi kelebihan: melimpahnya part aftermarket. Ia mengatakan, XMAX adalah motor “racun”. Begitu mulai modifikasi, godaan belanja part seolah tidak ada habisnya. Di bengkel, ada saja cerita dompet terkuras gara-gara XMAX. Kekurangan berikutnya, ada satu kekhawatiran banyak pemilik, yaitu fitur ABS. Jika modul ABS rusak, biaya penggantian bisa Rp 7,5 juta – Rp 8 juta, atau sekitar 15–20 persen dari harga motor. Junistian Farhan Aryantoro cerita soal pengalaman pakai Yamaha XMAX Menurut Junis, kerusakan ABS sering dipicu oleh kebiasaan pengguna yang membiarkan motor kotor sehingga sensor terganggu. Sementara itu, biaya servis berkala untuk paket standar, meliputi ganti oli mesin, pembersihan CVT, throttle body atau kuras injektor, serta pengecekan filter oli, berada di kisaran Rp 350.000 sampai Rp 450.000 sekali servis. Untuk suku cadang, XMAX tergolong ramah untuk kelas skutik 250 cc. Part bodi halus per item berkisar Rp 250.000-Rp 300.000, dan satu set bodi lengkap sekitar Rp 3,5 jutaan. Warna Baru Yamaha XMAX250 Komponen CVT seperti mangkok ganda, kampas ganda, dan rumah roller memang relatif mahal, umumnya bisa mencapai Rp 500.000 untuk part orisinal Sedangkan untuk pajak tahunan Yamaha XMAX di wilayah Jakarta, seperti yang ia miliki, PKB-nya Rp 816.100, SWDKLLJ Rp 43.000, dan totalnya Rp 859.100. Kesimpulan Kelebihan: - Posisi duduk nyaman untuk jarak jauh, terutama untuk perjalanan jauh.- Tenaga dan karakter mesin cocok untuk perjalanan luar kota dan lintas provinsi.- Tangki besar (sekitar 12 liter), sekali isi penuh bisa menempuh lebih dari 150 km.- Spare part relatif terjangkau untuk ukuran skutik 250 cc. Kekurangan: - Sok belakang bawaan tidak nyaman, rebound terlalu cepat dan bantingan terasa keras.- Ban standar kurang grip, terasa licin untuk motor sebesar dan seberat XMAX.- Bobot dan bodi besar, merepotkan saat parkir atau menggeser motor di ruang sempit.- Komponen ABS mahal jika rusak, biaya penggantian modul bisa Rp 7,5–8 juta. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang