— Toyota Sienta sering menjadi pilihan bagi yang membutuhkan MPV kompak dengan pintu geser dan kabin yang praktis. Salah satu pemiliknya, Piganta Lasyid, menggunakan Sienta Q tahun 2017 dengan odometer 85.000 kilometer. Dia bercerita bahwa mobilnya dipakai harian dalam kota dan memberikan sejumlah pengalaman yang positif, sekaligus beberapa hal yang menurutnya kurang pas. Hal pertama yang Piganta soroti adalah kenyamanan. Toyota Sienta Q 2017 Meski usianya sudah tidak muda, Sienta masih punya tampilan yang enak dilihat dan terasa modern untuk sebuah MPV pintu geser. Dibandingkan kompetitornya, seperti Honda Freed, Piganta menilai Sienta lebih unggul dari sisi kenyamanan. Namun, respons tenaga mesin dianggap kurang cepat untuk kebutuhan tertentu. “Iya, tapi bantingan enak sih buat harian. Biar kata lemot, tapi emang dasar mobil keluarga,” katanya kepada Kompas.com, akhir pekan lalu. Menurut Piganta, suspensi Sienta terasa empuk dan stabil. Ukurannya yang agak gambot membuat mobil ini tidak mudah limbung saat bermanuver. Toyota Sienta Q 2017 Untuk pemakaian harian, karakter seperti ini sudah lebih dari cukup. Kepraktisan juga menjadi nilai tambah. Lantai mobil yang rendah memudahkan orang tua naik-turun, sementara pintu geser sangat membantu saat harus parkir di garasi atau lahan yang sempit. “Lantainya pendek, pintu geser cocok buat garasi sempit,” ujarnya. Kekurangan Meski nyaman, Sienta tetap punya kekurangan. Salah satu hal yang paling terasa bagi Piganta adalah radius putar yang besar. “Minus radius putar gede banget,” katanya. Ketika harus memutar balik di jalan sempit, Sienta membutuhkan ruang ekstra. Toyota Sienta, mobil dengan pintu geser. Tidak sampai merepotkan, tetapi cukup membuat pengemudi lebih hati-hati. Kekurangan lain berada di area kaki pengemudi. Pijakan kaki kiri terasa sempit. Soal performa, Piganta mengakui mobilnya memang terasa “lemot”. Namun, ia paham bahwa Sienta memang dirancang sebagai mobil keluarga, bukan untuk akselerasi cepat. Untuk urusan perawatan, Sienta tergolong bersahabat. Piganta merasa biaya servisnya masih setara dengan mobil Toyota lainnya di kelas yang sama. “Biaya perawatan sama kayak yang lain,” ujarnya. Dengan usia delapan tahun, servis berkala dan penggantian komponen rutin dinilai masih wajar. Kesimpulan Kekurangan seperti radius putar besar dan pijakan kaki kiri yang sempit memang perlu diperhatikan. Namun, menurut Piganta, semuanya masih dalam batas wajar untuk ukuran MPV kompak. Sienta bukan mobil yang “wah”, tapi justru itu yang membuatnya menarik, sederhana, nyaman, dan sesuai kebutuhan harian. “Mobil enak, dengan harga sekennya value for money,” kata Piganta. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.