Pengalaman memiliki Mitsubishi Destinator selama hampir empat bulan dirasakan cukup berkesan oleh Efdi Derian Dani (27), pemilik Mitsubishi Destinator (Ultimate Non Premium) lansiran Desember 2025 asal Karawang, Jawa Barat. Dengan odometer hampir 5.000 Km, mobil ini digunakan untuk aktivitas harian dengan rute dominan Karawang–Jakarta serta sesekali perjalanan ke Bandung. Dalam penggunaan tersebut, Efdi menilai Destinator menawarkan kombinasi performa dan kenyamanan yang cukup menonjol, meski tetap memiliki beberapa catatan penting. Efdi Derian Dani (27), pemilik Mitsubishi Destinator (Ultimate Non Premium) lansiran Desember 2025 asal Karawang, Jawa Barat. Dari sisi kelebihan, performa menjadi poin utama yang paling dirasakan. Efdi menilai karakter mesin turbo dengan transmisi CVT cukup responsif, bahkan sejak putaran bawah hingga atas. Akselerasi dinilai tetap bertenaga, termasuk saat kecepatan tinggi. Ia bahkan sempat mencoba hingga mendekati 200 Kpj dan menyebut tenaga mobil keluar tanpa gejala tertahan. “Kalau yang pertama yang saya rasain sebagai pengguna harian itu performance ya. Untuk ukuran sebuah CVT turbo hitungannya cukup responsif. Jadi tenaganya tuh dari bawah sampai atas tuh dia ngisi,” ujar Efdi, kepada Kompas.com, Sabtu (4/4/2026). Test drive Mitsubishi Destinator Selain itu, handling juga menjadi nilai plus. Meski berdimensi besar, Destinator disebut tidak terasa seperti SUV bongsor saat dikendarai. Manuver di jalan sempit hingga putar balik tetap terasa mudah, sehingga memberi rasa percaya diri tinggi bagi pengemudi. “Untuk mobil ukuran sebesar itu body roll-nya itu masih sangat toleransi. Feel ketika berkendaranya itu enggak seperti berasa bawa mobil gede,” kata dia. Kelebihan lain ada pada kenyamanan kabin. Efdi menilai kualitas interior dan tingkat kekedapan kabin cukup baik di kelasnya. Ia bahkan sempat mengukur tingkat kebisingan secara sederhana dan menyimpulkan kabin tergolong senyap, baik saat mesin mati maupun idle. Test drive Mitsubishi Destinator Ditambah lagi, respons pedal gas dan rem dinilai presisi, sehingga mobil terasa mudah dikendalikan dalam berbagai kondisi berkendara. Namun di balik keunggulannya, Destinator juga memiliki sejumlah kekurangan yang cukup terasa. Konsumsi bahan bakar menjadi sorotan utama, terutama saat digunakan dalam kondisi macet. Efdi menyebut konsumsi BBM bisa terasa boros, bahkan mendekati karakter mobil bermesin lebih besar. Dalam kondisi stop and go, konsumsi bisa turun drastis, bahkan pernah menyentuh rasio sekitar 1:7. Hitung konsumsi BBM Mitsubishi Destinator Hal ini diperparah dengan kapasitas tangki yang hanya sekitar 45 liter, sehingga frekuensi pengisian BBM menjadi lebih sering. “Kalau menurut saya wajar juga sih ya mobilnya agak boros. Kalau ketemu macet itu borosnya setara Innova bensin,” ucap Efdi. Untuk penggunaan, ia mengandalkan BBM beroktan tinggi seperti Pertamax Turbo, serta sesekali BP Ultimate atau Shell ketika tersedia. Test drive Mitsubishi Destinator Kekurangan lain ada pada kualitas komponen tertentu. Efdi mengeluhkan adanya bunyi rattle di beberapa bagian seperti door trim dan jok, yang cukup mengganggu meski tidak selalu muncul. “Saya mengalami ada rattle di door trim sisi pengemudi, kemudian ada rattle juga di jok driver,” ujar dia. Selain itu, kompresor AC juga sempat mengeluarkan bunyi berdecit, terutama saat kondisi cold start. Masalah ini bahkan sempat ditangani di bengkel resmi dengan penggantian satu set kompresor. Meski sempat hilang, bunyi tersebut kembali muncul, walau tidak separah sebelumnya. Test drive Mitsubishi Destinator Dari sisi fitur, ada juga catatan pada sistem wiper otomatis yang dinilai belum optimal. Sensitivitasnya dianggap kurang konsisten, kadang terlalu cepat saat gerimis dan sebaliknya terlalu lambat di kondisi tertentu. Hal ini membuat pengemudi harus lebih sering melakukan penyesuaian manual saat hujan ringan. Meski begitu, pengalaman aftersales dinilai cukup positif. Penanganan di diler disebut responsif, terutama saat klaim garansi. Test drive Mitsubishi Destinator Penggantian komponen seperti kompresor AC dilakukan tanpa biaya alias gratis, meski membutuhkan waktu dan proses verifikasi. Untuk biaya kepemilikan, pajak tahunan mobil (PKB dan SWDKLLJ) ini berada di kisaran Rp 4,3 juta untuk wilayah Karawang, Jawa Barat, dengan status kendaraan pertama. Angka ini tergolong cukup kompetitif untuk ukuran SUV di kelasnya. Secara keseluruhan, Mitsubishi Destinator memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan berkat performa, handling, dan kenyamanan kabin yang baik. Namun, calon konsumen juga perlu mempertimbangkan konsumsi BBM saat macet serta beberapa potensi kekurangan minor yang mungkin ditemui dalam penggunaan harian. Test drive Mitsubishi Destinator Kesimpulan Secara keseluruhan, Mitsubishi Destinator menawarkan pengalaman berkendara yang menyenangkan dari sisi performa dan kenyamanan. Tapi, beberapa kekurangan terutama di konsumsi BBM dan detail kualitas masih menjadi catatan dari pengalaman konsumen. Kelebihan: Performa mesin turbo responsif di semua putaran, pengendalian mudah tidak terasa seperti SUV besar, kabin cukup senyap dan kualitas interior baik, respons pedal gas dan rem presisi Kekurangan: Konsumsi BBM boros saat macet, muncul bunyi rattle di interior, kompresor AC sempat berdecit meski sudah diganti, wiper otomatis kurang responsif dan tidak konsisten. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang