Honda Forza menjadi salah satu skutik bongsor yang sering masuk daftar impian pecinta roda dua di Indonesia. Statusnya sebagai skutik kelas menengah ke atas membuat motor ini kerap dianggap sebagai simbol kenyamanan sekaligus prestise. Namun di balik tampilannya yang premium, pengalaman memiliki Forza ternyata punya cerita sendiri. Honda Forza Model year 2021 Hal itulah yang dirasakan Kusnadi (40) asal Bekasi, pemilik Honda Forza generasi pertama yang kini sudah digunakan untuk kebutuhan harian maupun touring. “Saya pakai harian, touring juga. Motor perang lah, bukan motor yang dibeli terus disayang-sayang doang,” ujar Kusnadi, kepada Kompas.com (31/1/2026). Dengan odometer yang sudah menyentuh 17.000 kilometer, Kusnadi mengaku sudah paham karakter Forza, berbeda dengan sebagian pengguna lain yang hanya memakainya sesekali. “Ada yang punya Forza dipakai cuma dua bulan sekali. Mahal-mahal beli, pajaknya mahal, tapi dipakai cuma hitungan jari,” kata dia. Ilustrasi Honda Forza milik Kusnadi (40) asal Bekasi Poin Plus: Handling dan Kenyamanan Jadi Kekuatan Utama Menurut Kusnadi, salah satu kelebihan paling terasa dari Honda Forza ada pada handling. Dibanding skutik bongsor lain seperti Yamaha XMAX, Forza terasa lebih stabil dan nyaman saat diajak bermanuver. “Handling Forza lebih nyaman. Buat nikung enak, stabil,” ucapnya. Kelebihan kedua datang dari sektor jok. Forza dikenal punya jok lebar dan panjang, sehingga nyaman untuk perjalanan jauh maupun berboncengan. Honda Forza Model year 2021 “Joknya pas, lebar, panjang, buat boncengan enak,” kata Kusnadi. Bagi pengguna yang sering touring, faktor kenyamanan ini menjadi poin penting karena motor tidak hanya enak dilihat, tapi juga enak dipakai. Menariknya, meski Forza termasuk CBU, Kusnadi menilai spare part orisinal masih tersedia, meskipun jalurnya tidak semudah motor Honda rakitan lokal. “Dari Thailand masih ada. Walaupun susah, tetap ada jalurnya,” ujarnya. Perihal kehematan olah BBM, berdasarkan pengalaman Kusnadi, rata-rata konsumsi bahan bakar paling hemat yang biasa didapatkan berada di kisaran 25 km per liter, untuk pemakaian dalam kota. Honda Forza Model Year 2021 Poin Minus: Spare Part Mahal dan Inden Lama Namun, di balik kenyamanan tersebut, Kusnadi juga menyoroti beberapa kekurangan yang wajib diketahui calon pemilik Forza, terutama soal biaya. Kekurangan paling utama adalah harga spare part dan aksesori yang relatif mahal. Bahkan menurutnya, jauh lebih tinggi dibanding kompetitor seperti XMAX. “Kalau bodi-bodi seperti headlamp atau cover samping itu memang cukup mahal. XMAX mungkin Rp 70.000, Forza bisa Rp 200.000 lebih. Bisa tiga kali lipat harganya,” ujarnya. Test drive Honda Forza 2021 Jakarta-Sukabumi Sementara komponen fast moving harganya bervariasi. Namun salah satu yang cukup menguras kantong menurutnya adalah aki orisinal, yang harganya tembus Rp 1 juta. Selain mahal, ketersediaan barang juga menjadi tantangan. Karena banyak komponen harus didatangkan, proses inden bisa memakan waktu lama. “Kalau lagi kosong bisa inden sebulan, dua bulan, bahkan tiga bulan,” kata Kusnadi. Spidometer Honda Forza Model Year 2021 Kekurangan berikutnya adalah aksesori aftermarket yang tidak terlalu banyak pilihan. Meski ada produk dari Thailand, harganya tetap tinggi dan tidak banyak brand yang memproduksi. “Aksesori ada, tapi mahal dan brand yang bikin juga tidak banyak,” ujarnya. Adapun untuk biaya servis masih dalam taraf normal. Di bengkel spesialis, menurutnya untuk tune up, bersihkan CVT, injektor, berada di kisaran Rp 200.000 sampai Rp 300.000, belum termasuk oli. Test drive Honda Forza 2021 Jakarta-Sukabumi Curhat Kusnadi menunjukkan bahwa Honda Forza memang menawarkan kenyamanan dan handling yang memanjakan, cocok untuk harian maupun touring. Namun, motor ini juga menuntut kesiapan lebih, terutama dalam urusan spare part dan biaya perawatan jika terjadi kerusakan. Di samping itu, untuk urusan pajak rutin yang dibayarkan tiap tahun menurutnya juga masih setara dengan skutik bongsor 250 cc lainnya, yaitu di kisaran Rp 800.000 hingga Rp 1 juta untuk wilayah DKI Jakarta. Test drive Honda Forza 2021 Jakarta-Sukabumi Kesimpulan Plus: handling ringan dan stabil, posisi duduk dan jok nyaman, performa mesin responsif, pengereman standar sudah cukup bagus Minus: harga spare part dan bodi mahal, ketersediaan spare part tidak selalu ready, ada bunyi berdecit dari sektor CVT jika komponen sudah aus KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang