Memasuki pasar otomotif Indonesia tentu bukan hal mudah bagi merek baru, apalagi yang berasal dari Tiongkok. Isu mengenai layanan purnajual (aftersales) dan keberlangsungan merek sering kali menjadi momok bagi calon konsumen saat ingin meminang kendaraan dari jenama yang relatif baru. Memahami hal tersebut, Changan Indonesia mencoba memberikan kepastian kepada publik. Changan Deepal S07 Kehadiran Changan di Tanah Air tidak hanya membawa produk, tetapi juga mengedepankan reputasi korporasi sebagai fondasi kepercayaan pelanggan. CEO Changan Indonesia Setiawan Surya, mengatakan, berdasarkan informasi yang pihaknya terima, Changan itu masuk empat besar pabrikan terlaris di China. Selain itu, Changan juga merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "Sehingga, konsumen tidak perlu khawatir tiba-tiba pabrikan ini kenapa begitu. Apalagi, mengenai keberlangsungan produk segala macam," ujar Setiawan, kepada wartawan, saat ditemui di Chongqing, China, Minggu (19/4/2026). Setiawan menambahkan, konsumen di Indonesia seharusnya tidak perlu khawatir terhadap Changan. Selain posisinya di China sebagai BUMN, di Indonesia juga penjualannya diperkuat oleh Indomobil Group. Kemitraan strategis dengan Indomobil Group menjadi kartu as bagi Changan. Mengingat rekam jejak Indomobil yang sangat panjang di industri otomotif nasional, langkah ini diambil untuk memastikan bahwa merek yang dibawa memiliki fondasi bisnis yang solid dan berkelanjutan. Changan Lumin di IIMS 2026 "Indomobil sudah bisnis mobil di Indonesia lebih dari 50 tahun. Jadi, Indomobil juga berhati-hati apakah produk ini tahan lama atau tidak, backing-nya kuat atau tidak, bisa langgeng atau tidak," kata Setiawan. Bagi Changan dan mitra lokalnya, membangun kepercayaan adalah investasi jangka panjang. Risiko kegagalan dalam menjaga eksistensi merek tidak hanya berdampak pada penjualan, tetapi juga pada reputasi perusahaan yang telah dibangun selama puluhan tahun. Changan Deepal S07 "Kalau kita pegang mobil yang umurnya sebentar terus tumbang, ya akan sangat merepotkan. Nantinya, konsumen tidak akan percaya," ujarnya. Menurut Setiawan, dengan mitra lokal Indomobil dan jaringannya yang kuat, maka konsumen tidak perlu khawatir terhadap Changan. Dukungan jaringan yang tersebar luas dan pengalaman panjang dalam mengelola jenama otomotif menjadi garansi bahwa Changan berkomitmen untuk tumbuh bersama pasar Indonesia dalam jangka panjang. CEO Changan Indonesia Setiawan Surya, mengatakan, berdasarkan informasi yang pihaknya terima, Changan itu masuk empat besar pabrikan terlaris di China. Selain itu, Changan juga merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "Sehingga, konsumen tidak perlu khawatir tiba-tiba pabrikan ini kenapa begitu. Apalagi, mengenai keberlangsungan produk segala macam," ujar Setiawan, kepada wartawan, saat ditemui di Chongqing, China, Minggu (19/4/2026). Setiawan menambahkan, konsumen di Indonesia seharusnya tidak perlu khawatir terhadap Changan. Selain posisinya di China sebagai BUMN, di Indonesia juga penjualannya diperkuat oleh Indomobil Group. "Indomobil sudah bisnis mobil di Indonesia lebih dari 50 tahun. Jadi, Indomobil juga berhati-hati apakah produk ini tahan lama atau tidak, backing-nya kuat atau tidak, bisa langgeng atau tidak," kata Setiawan. "Kalau kita pegang mobil yang umurnya sebentar terus tumbang, ya akan sangat merepotkan. Nantinya, konsumen tidak akan percaya," ujarnya. Menurut Setiawan, dengan mitra lokal Indomobil dan jaringannya yang kuat, maka konsumen tidak perlu khawatir terhadap Changan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang