Toyota Rangga mulai banyak dilirik pelaku usaha yang membutuhkan kendaraan niaga dengan tampilan berbeda dari pikap kebanyakan. Salah satunya Rian Herawan, pengusaha bengkel otomotif, yang sudah menggunakan Rangga untuk menunjang aktivitas bisnisnya. Rian mengatakan, pilihannya jatuh ke Toyota Rangga bukan tanpa alasan. Dari sisi desain, mobil ini langsung mencuri perhatiannya. “Pilihan saya jatuh ke Rangga karena dari tampilan terlihat sangat gagah dan kokoh, sangat berbeda jauh dari tampilan pikap dari merek lainnya,” ujar Rian kepada Kompas.com, belum lama ini. Selain desain, faktor teknis juga menjadi pertimbangan utama. Rangga dibekali mesin 1TR 2.000 cc yang menurutnya cukup responsif untuk kebutuhan angkut barang. Kendati demikian, faktor biaya kepemilikan juga menjadi pertimbangan penting bagi calon konsumen. Rian mengungkapkan, untuk konsumsi BBM Toyota Rangga cukup boros apabila dibandingkan dengan mobil di segmen pikap lainnya. Mengingat dirinya merupakan pelaku usaha yang membutuhkan akomodasi untuk mengantarkan stok barang dari gudang ke toko. Toyota Hilux Champ resmi meluncur di Thailand Motor Expo (TME) 2023. Toyota Rangga versi Thailand ini digadang menjadi kendaraan niaga serbaguna yang dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan. "Menurut saya Rangga lebih boros dari pikap biasa, mungkin karena mesinnya 2.000cc," ucap Rian. Rian biasa menggunakan mobil ini untuk harian, mulai dari mengantar stok dari gudang ke toko hingga antar jemput anak sekolah dengan jarak tempuh sekitar 50 km setiap harinya. Untuk konsumsi BBM berada di angka 11 km per liter. Adapun untuk biaya pajak tahunan, berada di kisaran angka Rp 2,7 juta. Ini merupakan salah satu komponen biaya tetap yang harus diperhitungkan oleh setiap pemilik mobil. Selama periode awal kepemilikan, Rian mengaku masih mendapatkan bebas biaya servis, sehingga biaya yang dikeluarkan Rp 0. Dari total biaya yang dikeluarkan, setidaknya Rian harus menyiapkan uang sekitar Rp 21.564.000 per tahun untuk biaya pajak dan pengeluaran bahan bakar, tidak termasuk biaya servis. Jika dibagi per bulan, maka Tyo harus mengeluarkan biaya sedikitnya Rp 1.797.000. Sementara jika dibagi lagi per hari, maka dana yang harus disiapkan konsumen hanya sekitar Rp 59.900. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang