CEO Leapmotor International, Tianshu Xin, mengaku terkejut melihat pesatnya perkembangan merek otomotif asal China di Indonesia. Kesan tersebut ia rasakan saat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Kehadirannya ke Indonesia sekaligus untuk peluncuran resmi dua model terbaru Leapmotor, yakni B10 dan C10. Xin mengatakan, GIIAS menjadi pengalaman pertamanya menghadiri salah satu pameran otomotif terbesar di Asia Tenggara. Namun, hal yang paling menarik perhatiannya adalah banyaknya merek otomotif asal China yang ikut berpartisipasi. "Ini adalah pertama kali saya datang ke GIIAS yang merupakan salah satu Auto Show terbesar di wilayah Asia Tenggara," kata Xin di ICE BSD City, Tangerang, belum lama ini. Leapmotor B10 meluncur di GIIAS 2026 "Pertama kali saya melihat dan pagi ini ketika saya berjalan tiap satu booth ada merek China, dan kemudian setengah dari pameran mungkin OEM China," ujarnya. Menurut Xin, kondisi tersebut sangat berbeda dibandingkan sekitar 10 tahun lalu saat ia pertama kali berkunjung ke Indonesia. Kala itu, jalanan maupun pasar otomotif nasional masih didominasi oleh merek-merek Jepang. "Jika saya berpikir tentang 10 tahun yang lalu ketika saya berada di sini, pertama kalinya setiap mobil yang saya lihat di jalanan itu ialah Jepang. Kali ini ada banyak merek dan perusahaan China," ujarnya. Jaringan Global Xin menjelaskan, ekspansi Leapmotor ke berbagai negara, termasuk Indonesia, tidak terlepas dari dukungan Stellantis sebagai mitra strategis perusahaan. Leapmotor merupakan produsen kendaraan listrik yang berdiri pada 2015 di Hangzhou, di China, kemudian sejak akhir 2023 menjadi bagian dari Stellantis. Leapmotor B10 meluncur diI GIIAS 2026 Di Indonesia, merek ini dipasarkan oleh Indomobil Group melalui PT Indomobil National Distributor. Adapun Stellantis NV merupakan perusahaan otomotif multinasional yang terbentuk pada 2021 melalui penggabungan Fiat Chrysler Automobiles (FCA) dan PSA Group. Saat ini, grup tersebut membawahi 14 merek otomotif global dari Amerika Serikat, Italia, Perancis, Jerman, hingga Inggris. Melalui Leapmotor International, perusahaan tidak hanya mengandalkan pengembangan teknologi kendaraan listrik dari China, tetapi juga memanfaatkan jaringan distribusi dan infrastruktur global milik Stellantis. Xin mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi modal penting untuk mempercepat ekspansi Leapmotor di pasar internasional. Leapmotor C10 debut di GIIAS 2026. "Dalam kurun waktu yang sangat singkat, kami telah mencapai sesuatu yang luar biasa," ujar Xin. Menurut dia, kombinasi teknologi yang dimiliki Leapmotor dan jaringan global Stellantis menjadi keunggulan untuk bersaing di berbagai negara, termasuk Indonesia. "Sebagai perusahaan patungan (joint venture) antara Stellantis dan Leapmotor, kami didukung oleh dua pemegang saham yang kuat. Pertama adalah Leapmotor yang menyediakan produk inovatif dengan biaya yang sangat kompetitif," katanya. "Pemegang saham lainnya, Stellantis, menyediakan infrastruktur global yang sangat kuat. Inilah kekuatan dari aliansi ini, yang memungkinkan kami mencapai kehadiran global dalam waktu singkat," ujar Xin. Diler pertama Leapmotor resmi berdiri Perkuat Portofolio Masuknya Leapmotor sekaligus memperkuat kerja sama Indomobil Group dengan Stellantis. Sebelumnya, grup otomotif tersebut telah lebih dulu memasarkan merek Jeep dan Citroen di Indonesia. Di sisi lain, kehadiran Leapmotor juga menambah daftar merek otomotif asal China yang berada di bawah naungan Indomobil Group. Sebelum menghadirkan Leapmotor, Indomobil telah lebih dulu memasarkan GAC, Changan, dan Maxus untuk menggarap pasar kendaraan elektrifikasi maupun kendaraan bermesin konvensional.