Yamaha Racing Indonesia terus menyiapkan regenerasi pebalap muda untuk mencari sosok penerus kesuksesan Aldi Satya Mahendra di level dunia. Program pembinaan dilakukan melalui sistem berjenjang sejak usia sangat muda agar pebalap siap bersaing hingga ke kompetisi internasional. Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Wahyu Rusmayadi mengatakan, struktur tim balap saat ini memang dirancang sebagai jalur pembinaan jangka panjang. Aldi Satya Mahendra “Kami sangat percaya diri dengan formasi kami, dari Arai (World Sportbike), terus Wahyu, Faerozi di kelas 600 (ARRC). Sebagai pembinaan dan pembibitan di ARRC AP250, kita lakukan perjenjangan Candra, Fadhil, dan saat ini Sabian yang sudah bisa riding dengan R3 Blu Cru Asia-Pacific di bawah usia 15 tahun,” kata Wahyu di Jakarta, Jumat (27/2/2026). Menurut dia, pembinaan tidak hanya fokus pada hasil balap, tetapi juga kesiapan teknik dan pengalaman bertahap sebelum naik kelas. Dengan sistem tersebut, pebalap muda dipersiapkan sejak dini agar terbiasa dengan motor berkapasitas lebih besar. Assistant General Manager CS Division PT YIMM Johannes B.M. Siahaan menjelaskan, ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) menjadi jalur utama menuju kompetisi dunia. Tim Yamaha Racing Indonesia Siap Dominasi kejuaraan Asia dan dunia “Kami lihat ARRC adalah jembatan ke arah lebih tinggi, seperti Aldi yang sekarang sudah sampai level dunia. Kalau dia berprestasi di ARRC, ini akan kita jadikan untuk tanding di tingkat dunia,” ujar Johannes. Ia menambahkan, Yamaha secara konsisten merekrut pebalap usia muda agar memiliki karier panjang di balap internasional. “Kita selalu memilih pebalap muda untuk bertanding di ARRC. Di AP250, kita mengambil pebalap usia lebih kurang 15-16 tahun, sehingga di usia 18 tahun harapan kami dia sudah bisa bermain di Eropa,” kata Johannes. Bahkan, program pembinaan kini dimulai lebih awal dengan menyiapkan pebalap berusia 13 tahun sebagai investasi masa depan. “Tahun ini kita persiapkan usia 13 tahun ya Sabian, itu untuk bibit kita nanti ke depan. Kita harapkan tim mengorbitkan rider lebih muda, supaya dia punya karir panjang untuk main di level dunia,” ujar Johannes. Strategi tersebut terinspirasi dari keberhasilan Aldi Satya Mahendra yang menjadi juara dunia World Supersport 300 (WSSP300) dan baru-baru ini meraih podium kedua pada ajang World Supersport (WSSP) musim 2026. Pencapaian itu menjadi bukti bahwa sistem pembinaan berjenjang Yamaha Racing Indonesia mampu mengantarkan pebalap nasional bersaing di panggung balap dunia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang