JAKARTA, KOMPAS.com – Menyamakan warna cat mobil saat proses perbaikan sebagian bodi kerap menjadi tantangan tersendiri bagi para teknisi. Tanpa bantuan pemindai warna berbasis komputer, para tukang cat duco pinggir jalan di Kramat murni mengandalkan intuisi visual. Pengalaman puluhan tahun menjadi modal utama mereka dalam meracik cat agar hasilnya presisi dengan warna asli pabrikan. Dari sekian banyak pilihan warna kendaraan di jalan raya, ternyata tidak semua memiliki tingkat kesulitan yang sama. Warna Merah Paling Rumit Dioplos Pedagang Cat Duco di Kramat sedang mencari pelanggan Ayi (66), montir cat duco senior di kawasan Jalan Kramat II, mengungkapkan bahwa warna merah merupakan yang paling rumit. Ia menjelaskan bahwa proses pencocokan warna merah membutuhkan kecermatan tinggi agar tidak belang dengan bagian panel lainnya. "Kalau warna, yang paling susah itu warna merah," kata Ayi saat berbincang dengan Kompas.com di lokasi, Rabu (7/10/2026). Ayi menegaskan bahwa peracikan pigmen warna merah tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena tingkat sensitivitas warnanya sangat tinggi. "Itu meraciknya harus benar-benar pas, tidak boleh sembarangan," ujar Ayi. Menurut Ayi, karakter pigmen cat warna merah memiliki kepekatan serta pencahayaan yang peka terhadap perubahan usia kendaraan. Mobil berwarna merah yang sering terpapar sinar matahari langsung biasanya mengalami pemudaran warna dengan tingkat kelanjutan berbeda. Kondisi tersebut membuat proses penyemprotan cat baru pada satu bagian panel rawan terlihat tidak seragam alias belang. Kunci Ketelitian dan Pelapisan Dasar Untuk menyiasati masalah tersebut, pengerjaan cat warna merah membutuhkan ketelitian ekstra pada tahap pencampuran bahan baku. Ketebalan lapisan cat dasar serta takaran racikan pemicu warna menjadi kunci agar pantulan warna baru bisa menyatu alami. Penyusunan racikan tersebut dilakukan Ayi secara manual di pinggir jalan berbekal keahlian otodidak selama lebih dari 40 tahun. "Memang tidak pakai alat komputer, semua dari mata dan pengalaman saja pas mengoplos cat," ucap Ayi. Ayi menambahkan bahwa ketelitian saat mengoplos hingga proses pemolesan akhir akan menentukan hasil perbaikan bodi mobil tersebut. "Kalau racikannya pas, saat kering dan dipoles hasilnya tidak akan kelihatan bedanya," tutur Ayi. Pengerjaan manual tanpa bantuan alat modern ini membuktikan tingginya jam terbang serta keahlian para montir di Kramat Raya.