Pasar Medium MPV berteknologi hibrida di Indonesia kian menarik perhatian. Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid yang sudah mapan sebagai penguasa pasar, kini mulai mendapatkan penantang serius dari sang rival abadi, salah satunya melalui kehadiran Honda Step WGN e:HEV. Selain kenyamanan dan efisiensi bahan bakar, faktor yang kerap menjadi pertimbangan utama konsumen di segmen keluarga ini adalah biaya kepemilikan (cost of ownership), khususnya pengeluaran untuk servis berkala di bengkel resmi hingga 100.000 Km. Berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com dari masing-masing pabrikan, terdapat perbedaan strategi dan skema biaya yang cukup signifikan antara Innova Zenix Hybrid dan Step WGN e:HEV. Tim Otomotif Kompas.com menggelar perjalanan OTO Journey menelusuri Jalur Pantura dengan beragam rute. Strategi T-Care Toyota di Awal Kepemilikan Bagi pemilik Kijang Innova Zenix Hybrid, fase awal kepemilikan hingga tahun ketiga cenderung bebas dari rasa khawatir. Toyota Astra Motor (TAM) memberikan fasilitas program T-Care, yang membebaskan biaya jasa dan suku cadang untuk servis berkala ke-1 hingga ke-7, atau setara dengan 60.000 Km. Artinya, sepanjang periode tersebut, pemilik Zenix Hybrid praktis tidak mengeluarkan biaya sepeser pun untuk perawatan rutin di bengkel resmi. Pengeluaran baru dimulai saat mobil menginjak masa pakai di atas tiga tahun atau ketika Multi Information Display (MID) menyentuh angka 70.000 Km. Berikut rincian biaya servis Innova Zenix Hybrid dari 70.000 Km hingga 100.000 Km: 70.000 Km & 90.000 Km: Pemilik mulai menyiapkan dana sebesar Rp 1.557.900 per kedatangan. 80.000 Km (Servis ke-9): Biaya melonjak dua kali lipat menjadi Rp 3.055.352. Kenaikan ini dikarenakan adanya pergantian beberapa komponen penting serta pemeriksaan menyeluruh pada sistem baterai hibrida. 100.000 Km (Servis ke-11): Memasuki odometer seratus ribu kilometer, biaya servis mencapai puncaknya di angka Rp 5.374.444. Jika diakumulasikan, total biaya perawatan Innova Zenix Hybrid dari kilometer pertama (berkat subsidi T-Care) hingga menyentuh 100.000 Km berada di angka Rp 11.545.596. Honda Step WGN e:HEV pada program Merapah Trans Jawa 2026 Skema Mandiri Honda Step WGN e:HEV Sejak Awal Berbeda dengan rivalnya, PT Honda Prospect Motor (HPM) menerapkan skema biaya perawatan berkala yang dibebankan kepada pemilik sejak interval awal, namun dengan grafik biaya yang relatif stabil dan dapat diprediksi. Pada fase awal (10.000 Km hingga 50.000 Km), pengeluaran pemilik Step WGN e:HEV masih tergolong wajar meski komponen yang diganti mulai bervariasi: 10.000 Km & 50.000 Km: Rp 1.659.540 (Oli mesin, ring tab oli, gemuk rem). 20.000 Km: Rp 1.869.380 (Ada tambahan penggantian filter oli). 30.000 Km: Rp 1.903.740 (Ada tambahan filter udara). 40.000 Km: Rp 2.846.180 (Perawatan intensif termasuk filter oli dan filter AC). 50.000 Km: Rp 1.659.540. Memasuki masa pemakaian yang lebih matang (60.000 Km hingga 100.000 Km), variabel biaya jasa di bengkel resmi mulai mengalami penyesuaian: 60.000 Km: Rp 2.342.590 (Penggantian oli mesin, ring tab, gemuk rem, oli rem, dan filter udara). 70.000 Km: Rp 1.659.540 (Kembali ke setelan awal). 80.000 Km: Rp 2.846.180 (Sama seperti menu servis 40.000 Km). 90.000 Km: Rp 1.903.740. 100.000 Km: Rp 5.016.580. Kocek harus merogoh lebih dalam karena adanya penggantian komponen vital yang mulai aus, seperti busi, oli mesin, ring tab, gemuk rem, dan filter oli. Secara keseluruhan, akumulasi biaya yang harus dikeluarkan pemilik Honda Step WGN e:HEV dari 10.000 Km hingga 100.000 Km adalah sebesar Rp 23.606.510. Komparasi Toyota Innova Zenix Hybrid vs Honda Step WGN e:HEV Kesimpulan Perbandingan Total Biaya Perawatan (0 - 100.000 Km) Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid: Rp 11.545.596 (Tertolong program T-Care hingga 60.000 Km) Honda Step WGN e:HEV: Rp 23.606.510 Melihat angka di atas, Innova Zenix Hybrid menawarkan efisiensi biaya perawatan yang jauh lebih murah di lima tahun pertama berkat adanya program gratis jasa dan suku cadang di awal kepemilikan. Selisih total biayanya mencapai sekitar Rp 12 juta. Namun, jika melihat pengeluaran murni per kedatangan di luar program gratisan—terutama saat menyentuh angka 100.000 Km—kedua MPV hibrida ini sebenarnya memiliki kisaran biaya servis yang mirip, yaitu berada di angka Rp 5 jutaan karena adanya penggantian komponen-komponen vital.