Membeli mobil bekas tidak cukup hanya mengecek kondisi mesin, riwayat servis, atau kelengkapan dokumen. Bagi kendaraan yang sudah menggunakan sistem immobilizer, calon pembeli juga perlu memastikan seluruh smart key yang terdaftar pada mobil telah diserahkan oleh pemilik sebelumnya. Hal tersebut penting dilakukan untuk menghindari potensi penyalahgunaan kunci yang masih tersimpan di sistem kendaraan. Pemilik Komandan Key Raymond Lie mengatakan, hal pertama yang harus dipastikan saat membeli mobil bekas adalah jumlah kunci yang terdaftar di mobil sesuai dengan kunci yang diterima pembeli. Pastikan Semua Kunci Terdaftar Sudah Diserahkan "Nomor satu, pastikan kunci Anda yang terdaftar di dalam mobil semuanya Anda miliki. Jadi misalnya cuma dikasih kunci dua. Pastikan di mobilnya terdaftar juga cuma dua," ujar Raymond, saat ditemui Kompas.com, di Jakarta Utara, belum lama ini. Menurut dia, pembeli mobil bekas sering kali tidak mengetahui ada berapa smart key yang sebenarnya masih tersimpan di sistem immobilizer kendaraan. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi celah keamanan apabila masih ada kunci yang belum diserahkan kepada pemilik baru. "Karena kalau kita beli bekas terutama kita enggak tahu. Sebenarnya di dalam mobil ini ada berapa sih kunci yang terdaftar. Apalagi cuma kita dikasih satu, bahaya," kata Raymond. Ilustrasi kunci mobil Bisa Berisiko Pencurian Raymond mencontohkan, pernah ada kasus pencurian mobil BMW yang diduga dilakukan menggunakan smart key asli yang masih terdaftar pada kendaraan. Akibatnya, pelaku bisa membuka pintu dan menyalakan mesin tanpa perlu merusak sistem keamanan mobil. Karena itu, sebelum melakukan transaksi mobil bekas, pembeli sebaiknya meminta penjual memastikan jumlah smart key yang terdaftar pada sistem immobilizer. Bila diperlukan, lakukan pengecekan di bengkel resmi atau spesialis kunci mobil untuk mengetahui apakah masih ada smart key lain yang tersimpan di memori kendaraan. Langkah tersebut dinilai dapat meminimalkan risiko penyalahgunaan kunci oleh pihak yang tidak bertanggung jawab setelah kendaraan berpindah tangan.