Memanaskan mesin sebelum mengendarai sepeda motor sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Namun, kebiasaan tersebut ternyata tidak lagi menjadi keharusan, terutama pada motor modern yang sudah menggunakan sistem injeksi. Teknologi mesin dan sistem pengabutan bahan bakar yang semakin berkembang membuat motor modern dapat langsung digunakan setelah mesin dinyalakan. Endro Sutarno, People & Technical Development SiTEPAT, mengatakan, memanaskan mesin motor sebenarnya sudah tidak diperlukan untuk motor modern. "Tapi, kalau mau yakin, ya cukup panaskan mesin sampai suhu kerja saja. Suhu kerja itu sekitar 80 derajat Celcius kan," ujar Endro, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Ilustrasi memanaskan motor. Mesin Injeksi Tidak Perlu Dipanaskan Lama Endro menjelaskan, motor injeksi sudah memiliki sistem yang mengatur putaran mesin saat pertama kali dinyalakan. Putaran mesin biasanya lebih tinggi, kemudian turun setelah kondisi mesin mulai stabil. "Kan motor injeksi awalnya tinggi dulu (rpm-nya). Lalu, turun dan mulai langsam. Setelah itu, langsung dipakai jalan enggak masalah. Itu olinya juga sudah bersirkulasi," kata Endro. Menurut dia, kondisi tersebut membuat pengendara tidak perlu menunggu terlalu lama sebelum mulai berkendara. Setelah putaran mesin turun dan langsam, motor sudah dapat digunakan untuk berjalan. Cukup Pastikan Mesin dalam Kondisi Stabil Kebiasaan memanaskan mesin terlalu lama juga tidak selalu diperlukan. Pengendara cukup memastikan mesin sudah menyala dengan stabil sebelum digunakan. Ilustrasi knalpot motor Yamaha R25 terbaru Bagi pemilik motor modern, waktu memanaskan mesin dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Jika ingin menunggu hingga suhu kerja tercapai, hal tersebut juga diperbolehkan. Namun, tidak perlu dilakukan secara berlebihan. Dengan demikian, pengendara dapat langsung menggunakan motor setelah mesin menyala dan putaran mesin mulai stabil. Kebiasaan memanaskan mesin dalam waktu lama pun tidak lagi menjadi keharusan pada motor modern.