Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman Dunia otomotif sering jadi cerminan gaya hidup seseorang, termasuk pejabat negara. Begitu juga dengan Anwar Usman. Menjelang masa pensiun, menarik melihat seperti apa koleksi kendaraan miliknya yang tercatat di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2024. Bukan mobil listrik mahal, bukan SUV premium, dan bukan sedan Eropa yang harganya selangit. Isi garasinya justru diisi deretan kendaraan lawas yang bernilai total sekitar Rp 283,6 juta.Dilansir VIVA Otomotif dari data LHKPN KPK, Rabu 31 Desember 2025, garasi Anwar Usman didominasi merk Toyota yang memang dikenal tahan banting dan punya reputasi kuat di Indonesia. Ada Toyota minibus keluaran 2002 dan 2008 yang jadi tulang punggung mobil keluarga di zamannya, lalu ada Toyota Kijang tahun 1997 yang bisa dibilang legenda otomotif Tanah Air. Ditambah lagi satu sedan Toyota Corolla Altis tahun 2002, model yang dulu populer di kalangan pejabat karena nyaman, elegan, tapi tetap irit dan mudah dirawat.Satu-satunya kendaraan roda dua yang tercatat adalah sepeda motor Honda tahun 2005 yang sudah masuk kategori motor “veteran”, namun biasanya tetap dipercaya karena keandalannya. Kalau melihat usia kendaraan, hampir semuanya sudah berumur di atas 15 tahun. Artinya, ini bukan koleksi show-off, bukan mobil untuk gaya-gayaan, melainkan kendaraan yang memang kemungkinan dipakai untuk fungsi, bukan untuk pencitraan. Seluruh kendaraan juga tercatat sebagai hasil sendiri, bukan hibah atau warisan. Namun tentu publik tak hanya mengingat Anwar Usman dari soal garasi saja. Namanya pernah jadi pusat perhatian nasional saat menjelang Pemilu 2024. Putusan Mahkamah Konstitusi terkait syarat usia capres-cawapres yang kemudian dikaitkan dengan pencalonan Gibran Rakabuming Raka membuat namanya masuk pusaran kontroversi. Puncaknya, Majelis Kehormatan MK menjatuhkan sanksi pencopotan dirinya dari posisi Ketua MK karena dinilai melakukan pelanggaran etik berat, meski ia tetap berstatus hakim konstitusi.Kini, jelang masa pensiun, publik kembali menoleh. Setidaknya dari LHKPN, terlihat sisi lain Anwar Usman, garasi sederhana dengan mobil-mobil lawas yang mungkin tidak cepat, tidak mewah, tapi jelas punya cerita panjang di dunia otomotif Indonesia.