Ketika banyak produsen otomotif dunia berlomba menghadirkan mobil listrik murni sebagai satu-satunya solusi menuju masa depan bebas emisi, Toyota justru memilih jalannya sendiri. alih bertumpu pada satu teknologi, raksasa otomotif asal Jepang itu menegaskan komitmennya untuk mengejar netralitas karbon melalui berbagai pendekatan yang saling melengkapi, dinamakan strategi multi-pathway. Menurut Chief Technology Officer Toyota Motor Corporation Hiroki Nakajima, tiap negara memiliki kondisi energi dan infrastruktur yang berbeda. Oleh karena itu, solusi menuju penurunan emisi tidak bisa diseragamkan. Booth Toyota Motor Corporation di Japan Mobility Show 2025 “Negara berkembang mungkin lebih efisien menurunkan emisi lewat hybrid, sementara di negara yang sudah mampu menghasilkan energi bersih, mobil listrik tentu lebih masuk akal. Karena itu, kami ingin menyediakan solusi terbaik untuk setiap wilayah,” ujarnya. Nakajima menegaskan bahwa tujuan utama Toyota bukan sekadar menjadi yang tercepat dalam elektrifikasi, melainkan menjadi yang paling adaptif terhadap perubahan. “Kami tidak bisa memprediksi seperti apa dunia dalam sepuluh atau dua puluh tahun ke depan. Prinsip dasar kami sederhana, yaitu selalu siap menghadapi perubahan,” katanya. Ia mencontohkan perjalanan panjang Toyota saat memperkenalkan mobil hybrid lebih dari dua dekade lalu. Saat itu, banyak yang meragukan teknologi tersebut. Namun kini, mobil hybrid justru menjadi salah satu pilar utama penjualan Toyota di berbagai negara. Toyota Corolla Concept melantai di Japan Mobility Show 2025 “Waktu itu banyak yang tidak percaya hybrid bisa diterima pasar. Tapi sekarang, bahkan Presiden kami turun langsung di arena balap menggunakan mobil hidrogen,” tutur Nakajima. Di tengah kompetisi yang kian ketat dan tekanan harga mobil listrik yang semakin besar, Toyota juga berupaya menjaga keseimbangan antara efisiensi biaya dan nilai produk. “Menurunkan harga bukan berarti mengorbankan kualitas. Yang terpenting adalah efisiensi internal, menjaga profit yang sehat, dan memastikan mobil kami tetap menarik bagi pelanggan,” ujar Nakajima. “Dengan keuntungan yang stabil, kami bisa terus berinvestasi pada riset dan pengembangan untuk masa depan," tambahnya. Nakajima menegaskan bahwa fleksibilitas menjadi kekuatan utama Toyota. Dengan beragam lini produk dari Lexus hingga Daihatsu, perusahaan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang berbeda-beda. Honda CR-V e:FCEV bermesin hidrogen mengikuti Pikes Peak International Hill Climb “Tujuan kami sederhana, menghadirkan mobil yang sedikit lebih menarik dari sebelumnya. Pendapatan yang kami peroleh akan digunakan untuk mengembangkan teknologi bagi generasi berikutnya,” katanya. “Tidak ada satu jalur tunggal menuju masa depan otomotif yang berkelanjutan. Setiap langkah menuju karbon netral harus terbuka, selama itu memberi manfaat bagi pelanggan dan bagi bumi,” tegas Nakajima. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.