Seri pembuka Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 di Sirkuit Sepang menyisakan catatan penting bagi Astra Honda Racing Team (AHRT). Bukan hanya soal podium, tetapi juga sinyal kuat dari para pebalap debutan yang langsung tampil kompetitif. Johanes Lucky, Manager Motorsport AHM, menilai para rider yang baru naik kelas mampu beradaptasi lebih cepat dari ekspektasi awal. “Secara garis besar positif, tapi memang ada beberapa yang harus kita improve,” ujar Lucky, Minggu (12/4/2026). Salah satu sorotan tertuju pada Muhammad Badly Ayatullah yang baru naik kelas ke AP250. Rheza Danica finis 2 di AP250, Indonesia raih dua podium di ARRC Sepang Race 2, Andi Farid drama di tikungan akhir ASB1000. Meski harus memulai dari posisi belakang, ia mampu merangsek ke depan sebelum akhirnya terjatuh di lap akhir. “Dia dari posisi 17 terus maju ke depan. Sayang harus crash di lap akhir, jadi kesempatan adaptasinya juga jadi berkurang,” kata Lucky. Tak hanya itu, rider lain seperti Fadillah Arbi Aditama di kelas Supersport 600 (SS600) dan Adenanta di Asia Superbike 1000 (ASB1000) juga dinilai cepat menyatu dengan motor barunya. “Kita melihat Arbi yang baru naik di 600 juga positif, cepat beradaptasi. Di 1000, Nanta juga cepat mengenali motor dan bisa mengejar rider yang lebih berpengalaman,” ucapnya. Menurut Lucky, kemampuan adaptasi cepat ini menjadi modal penting bagi tim dalam membangun performa sepanjang musim. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang