Ilustrasi kamera tilang canggih Pemerintah Yunani mulai menuai perhatian internasional setelah menerapkan kamera lalu lintas berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sejumlah ruas jalan utama. Hasil awal penerapan teknologi ini terbilang mencengangkan. Dalam beberapa hari pertama uji coba, satu kamera AI di kawasan Syngrou Avenue, Athena, tercatat mengeluarkan lebih dari 1.000 tilang otomatis kepada pengendara yang melanggar aturan lalu lintas. Kamera pengawas yang dipasang di lampu lalu lintas Penerapan kamera AI ini merupakan bagian dari program percontohan nasional untuk meningkatkan keselamatan jalan dan menekan angka kecelakaan lalu lintas, yang selama ini masih menjadi masalah serius di wilayah perkotaan Yunani.Cara Kerja Kamera AI Lalu Lintas Berbeda dengan kamera konvensional, sistem ini menggunakan algoritma kecerdasan buatan yang mampu menganalisis gambar dan video secara real time. Kamera AI dapat mengenali berbagai jenis pelanggaran tanpa perlu intervensi langsung dari petugas, di antaranya: - Pengemudi menggunakan ponsel saat berkendara - Tidak mengenakan sabuk pengaman- Menerobos lampu merah- Melanggar batas kecepatan- Menggunakan jalur bus atau jalur khusus secara ilegalSetiap pelanggaran yang terdeteksi akan otomatis didokumentasikan dalam bentuk foto dan data waktu kejadian, lalu dikirim ke sistem pusat kepolisian untuk diproses menjadi tilang digital.Ribuan Pelanggaran Terekam dalam Waktu SingkatHasil uji coba awal menunjukkan betapa masifnya pelanggaran lalu lintas yang terjadi. Selain lebih dari 1.000 tilang dari satu kamera di Syngrou Avenue, delapan kamera AI yang dipasang di wilayah Attica secara keseluruhan mencatat sekitar 2.500 pelanggaran hanya dalam empat hari.Mayoritas pelanggaran berasal dari pengemudi yang menggunakan ponsel saat menyetir serta tidak memakai sabuk pengaman. Data ini sekaligus membuka fakta bahwa pelanggaran lalu lintas masih menjadi kebiasaan yang cukup umum di jalan raya Yunani.Sistem Tilang Digital dan Hak PengendaraSetelah pelanggaran terekam, pengendara akan menerima pemberitahuan tilang secara digital, lengkap dengan bukti foto. Pemerintah Yunani memberikan waktu hingga 13 hari bagi pengemudi untuk mengajukan keberatan atau klarifikasi jika merasa tilang tersebut tidak sesuai.Langkah ini dinilai lebih transparan karena bukti pelanggaran dapat langsung dilihat oleh pengendara, sekaligus mengurangi potensi interaksi langsung yang rawan penyalahgunaan.Fokus Keselamatan, Bukan Sekadar DendaPemerintah Yunani menegaskan bahwa penggunaan kamera AI ini bukan bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dari denda, melainkan sebagai upaya serius menekan angka kecelakaan dan korban jiwa di jalan raya.Dalam beberapa tahun terakhir, Yunani masih mencatat tingkat kecelakaan lalu lintas yang relatif tinggi dibandingkan negara Eropa lainnya. Dengan teknologi AI, pemerintah berharap kepatuhan pengendara meningkat karena risiko pelanggaran kini lebih sulit dihindari.Uji coba ini baru tahap awal. Jika dinilai berhasil, Yunani berencana memasang ribuan kamera AI di berbagai kota dan jalur rawan kecelakaan di seluruh negeri. Sistem ini juga akan diintegrasikan dengan layanan digital pemerintah untuk mempercepat proses administrasi dan penegakan hukum. Ilustrasi kamera tilang canggihPenerapan kamera lalu lintas berbasis AI di Yunani menunjukkan bagaimana teknologi dapat mengubah cara penegakan hukum dilakukan. Dengan kemampuan mendeteksi ribuan pelanggaran dalam waktu singkat, sistem ini berpotensi besar meningkatkan disiplin pengendara dan keselamatan jalan.Namun, tantangan terkait privasi dan kepercayaan publik tetap perlu diantisipasi seiring rencana perluasan penggunaan teknologi ini secara nasional.