Strategi multipathway yang diusung Suzuki nampaknya bukan sekadar jargon. Memasuki awal tahun 2026, pabrikan berlogo 'S' ini mengungkap data terbaru soal elektrifikasi: mayoritas konsumen Suzuki sudah beralih ke mobil ramah lingkungan.Donny Saputra, Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), menyebutkan bahwa penetrasi teknologi hybrid di lini produk Suzuki telah mencapai angka kenaikan. Tahun 2025 juga menjadi momentum penting bagi adopsi teknologi elektrifikasi di Indonesia berkat varian Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS). "Respons market terhadap mobil hybrid ini sangat positif. Sejak kami perkenalkan di tahun 2022, kami sangat konsisten tidak hanya memperkenalkan produk, kami juga mengedukasi market," ungkap Donny dalam acara media gathering di Jakarta (29/1/2026)."Kita lihat hasil data pada 2025, volume retail ada pertumbuhan 14 persen dibandingkan 2024. Saat ini apabila kita lihat secara overall dari 10 pengguna mobil Suzuki itu enamnya menggunakan mobil hybrid," tambah dia.Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Suzuki dengan strategi mild hybrid bisa menduduki peringkat dua klasemen mobil hybrid terlaris lewat Suzuki Fronx. SUV compact ini terdistribusi sebanyak 10.458 unit. Suzuki XL7 menjadi model yang populer ketiga dengan total penjualan sebanyak 9.759 unit. Sementara Grand Vitara mendapat total distribusi sebanyak 1.821 unit.Melirik data nasional, sepanjang 2025, mobil hybrid terkirim sebanyak 65.943 unit. Angkanya naik dibanding tahun sebelumnya yang menyentuh 59.903 unit. Kontribusi mobil hybrid pada 2025 itu menyumbang sekitar 8,21 persen dari total penjualan mobil nasional.Secara total nasional, produksi mobil hybrid meningkat dibanding tahun lalu. Sebanyak 97.462 unit mobil hybrid diproduksi lokal pada 2025, naik 30 persen dibanding 2024.